oleh : Naurah Deatrisya Gitany
--
"Kesempatan Kedua"
Dimulai
Kabut, kabut, dan kabut.
Semuanya samar. Tidak ada detail yang jelas. Hanya kabut samar-samar. Gadis itu
memandang sekelilingnya. Tak ada tanda-tanda keberadaan orang, atau makhluk,
lain di tempat itu. Hingga dua siluet muncul di kejauhan. Yang satu terlihat
seperti seorang pria dewasa bermantel dan yang satunya terlihat seperti anak
kecil.
"… reveriers… Mahakarya…
Alam Mimpi…," ucap salah satu dari mereka sebelum menghilang.
Tempat itu seperti meluruh dan
menghilang. Berganti dengan kegelapan tidak berujung. Gadis itu mencoba menebak
maksud perkataan salah satu sosok tadi hingga hanya dapat berasumsi tadi
hanyalah racauan tidak jelas… hingga muncul titik terang.




