Tampilkan postingan dengan label Setting F. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Setting F. Tampilkan semua postingan

Jumat, 05 Agustus 2016

[ROUND 1 - 6F] 43 - SONG SANG SING | PENGKHIANAT KISMIS

oleh : Hinata Ummi

--
    
~ Prolog Lupis ~




Persahabatan. Rasa. Cinta. Koma. Mimpi

***

Anyeong, Song? Gimana pertarungan kemarin? Seru?

Petualangan yang lalu, masih satu dari sekian petualangan yang akan kau lewati bersamaku Song. Jangan terburu-buru ingin menemukanku, Sayang. Kau tahu betapa aku tidak menyukai keterburu-buruanmu itu.

Apa? Kau lupa?

Aku tidak heran sih sebenarnya. Ingat siapa aku saja tidak. Apalagi untuk mengetahui karakteristikku. Bukan begitu Song?

Uh, sepertinya aku mulai melemparkan satu tanda untuk pembaca nih, kemana arah cerita kita. Tapi kau tenang saja Song, tanda ini tak akan membuat mereka kehilangan ketertarikan. Karena sayangnya, cerita kita, masih jauh dari selesai.

Uh? Kenapa kalian bilang?

Kalian ini gimana sih, ini kan masih ronde satu~

Mari kita lanjutkan ceritanya.

Oh iya, jangan khawatirkan soal kismis itu. Kismis hanya pemanis untuk cerita sadis dari Song dan si jenggot klimis agar terasa mistis namun tetap dinamis.

Song masuk ke arena!

***

[ROUND 1 - 6F] 42 - CASTOR FLANNEL | SPAGETI

oleh : Treize

--
 
1
Spageti
1.1
Portal
Ternyata para pengurus museum itu tidak lebih profesional dari petinggi-petinggi Capricorn.
Ketika ada order atau misi yang harus dikerjakan anggotanya, yang mereka berikan hanyalah sebuah pesan singkat tanpa penjelasan yang pasti.
Kali ini, e-mail yang datang dari pengirim bernama "Kehendak" itu berisikan:
Akhiri pertikaian di Negeri Tanpa Seni.
Dengan ibu jarinya Castor mengusap-usap layar ponselnya, mencari petunjuk atau apa pun yang lebih informatif daripada sebaris kalimat yang mustahil itu. Tapi nihil.
Satu hal yang pemuda berkepala oranye itu pahami, pesan ini mengonfirmasi apa yang mereka sampaikan di museum. Reverier, atau para pemimpi, ditakdirkan untuk bertarung dan menciptakan karya seni.
Dan sekarang sudah saatnya ia kembali terjun ke medan pertarungan.
Tapi ... Negeri Tanpa Seni?

Kamis, 04 Agustus 2016

[ROUND 1 - 7F] 41 - JESS HUTCHERSON | RINAI PURNAMA


oleh : M. Da'i Kuncoro

--
 
Rinai Purnama


Semilir angin dingin dari jendela apartemen mengusik dua makhluk indah yang saling bertindihan di atas kasur. Suasana terasa makin panas di kamar itu meskipun udara malam sedang dingin-dinginnya. Desah-desah kecil mewarnai petualangan mereka. Petualangan indah yang selalu didambakan oleh setiap insan. Dan petualangan penuh dosa bagi yang belum menjalani upacara sakral bernama pernikahan.

“Ahh, baumu masih tetap sama seperti tujuh belas tahun yang lalu, pas nggak sengaja aku jatuh dan kamu yang tangkap,” ujar si wanita yang tengah ditindih dengan suara bergetar.”

“Namanya juga laki, Jess. Tapi kamu masih tergoda kan?””

“Kalau sekarang sih malah tambah nafsu. Dasar Hutcher jelek.”” Jess membenamkan wajahnya diantara dada bidang Hutcher---yang masih sibuk dengan urusan gua elastis Jess. Benda tumpulnya makin ganas menjelajahi gua dengan desahan yang mengiringi.. Sedangkan kedua tangan Hutcher riang menjelajahi bukit kembar yang mencuat indah di dada Jess.

“Gimana kalau aku ngelamar kamu sekarang? Aku takut setelah ini malah kamu menjauh.””

“Ummpphhh.... yang benar saja. Kamu terlalu buru-buru, seperti gerakanmu saat ini.””

“Terserahlah, aku bakalan tetep ngelamar kamu.”

“Jessica Romanoff, maukah kau”—“

Kalimat Hutcher terputus saat potongan plafon apartemen beserta semen dari lantai atas menimpa tubuhnya. Jess menjerit histeris, namun kemudian terhenti karena pecahan kaca yang menyerbu wajahnya. Berbagai material terus menghujani tubuh telanjang mereka. Potongan batu bata bercampur semen menghajar punggung Hutcher yang membelakangi Jess. Keduanya tewas mengenaskan. Lantai ikut runtuh, memaksa mayat Jess dan Hutcher untuk jatuh ke bawah. Kedua raga tanpa jiwa itu mendarat bertindihan, bernodakan darah yang mengalir perlahan dari tubuh keduanya.

Memori yang harusnya tak pernah ada.



***

Senin, 01 Agustus 2016

[ROUND 1 - 6F] 26 - OLIVE | MY ARMOUR IS MY ONLY WEAR, MY ONLY REST THE FRAY


OLIVE OF LA ERCILLA
My Armour Is My Only Wear, My Only Rest The Fray
oleh : lordobimikel_12



[Cerita Olive dihapus dari blog atas keinginan authornya
karena dalam proses untuk dijadikan novel sendiri]

Rabu, 27 Juli 2016

[ROUND 1 - 6F] 15 - WAMENODO HUANG | PEMIEMPIN ADIL

oleh : Nibelhero

--


Prolog

Berulang kali pisau itu melukai tangan Men. Setiap kali mencoba mengiris bahan makanan apapun, mau itu dilakukan secara pelan, ataupun cepat. Men seakan tidak mampu mengendalikan pisau itu secara penuh.

Hal yang sama terjadi saat Men mencoba menggunakan alat masak lainnya. Mencoba tangkas hanya menambah luka, memperlambat tempo hanya membuatnya makin frustrasi. Dia seakan kehilangan kemampuan masaknya secara total.

Semua kondisi ini membuatnya berakhir dalam tekanan emosional yang belum pernah dirasakannya. Bahkan lebih parah dibanding saat dia mencari impian baru di titik puncak kuasanya.

Yang bisa dia lakukan sekarang? Membanting pisau itu dan menghempaskan semua yang ada di meja persiapan ke lantai.

Teriak, lalu hening. Hanya nafasnya yang tak teratur terdengar di ruangan kosong itu. Dia menjatuhkan dirinya, terduduk bersandar pada meja dapur.

"Pandragon, wujud semula."

Meja persiapan dan seluruh meja dapur itu merombak diri dan berubah menajdi sebuah naga besi yang sangat besar. Dengan satu dengusan, seluruh peralatan masak masuk ke tubuhnya. Kembali rapi. Hanya sampah-sampah bahan makanan yang tercecer di lantai saat ini.

"Maafkan aku, kembalilah ke tempatmu. Aku perlu menenangkan diri. Mungkin belum waktunya memasak dan menggunakanmu saat ini."

Ucapan Men sangat pilu, membuat naga besi itu menunjukkan ekspresi sedih yang jarang diperlihatkannya.

"Maafkan aku," Ujar Men sambil menunduk.

Pandragon melayang pergi, menghilang dalam kegelapan.

Men hanya bersila, lalu meringkuk terjatuh sambil menutupi kepalanya. Tak ingin siapapun melihat kondisinya saat ini yang kacau.

Tetesan air mata dari si pemimpin bertangan besi. Bahkan Men tidak ingin nafasnya tau dia menangis.

"Apakah pilihan jalanku sudah tepat? Kenapa jadi begini? Apa yang harus kulakukan...? Dewa...."

***

Selasa, 26 Juli 2016

[ROUND 1 - 7F] 09 - ZEPHYR | IT'S JUST GOOD BUSSINESS

oleh : Denis Novendra


--IT'S JUST GOOD BUSSINES--


××--<>--××


"War is the Statesman's Game, the Priest's Delight, the Lawyer's jest,
,the Hired Assasin's Trade~"


-Percy Bisshe Shelley-


××--<>--××


First Bullet
||| /
...Victory Love Preparation...


Part 01


Beberapa saat setelah pertarungannya dengan RelaxingEnd, Zephyr didatangi oleh seorang mahluk? Dengan tubuh seorang anak kecil dan berkepala bantal yang mengatakan dirinya adalah seorang Reveriers dari sebuah pertandingan Multisemesta bernama Battle of Realms : Masterpiece of Reveriers.


Tentu, awalnya Zephyr tidak percaya. Apalagi saat sebagian besar pertanyannya tidak dijawab oleh gadis berkepal bantal itu yang hanya menjawab dengan : "Maaf kak, sebagian besar pertanyaan mu itu mengandung spoiler!" Heck, siapa yang tidak kesal dan bingung jika pertanyaan serius hanya dijawab enteng seperti itu.


Apalagi gadis yang mengaku bernama Ratu Huban itu juga memberi seekor Domba juga tanpa alasan yang jelas dan bilang itu adalah hadiah karena lolos babak seleksi.


Namun...