Tampilkan postingan dengan label Ru vs Amut. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Ru vs Amut. Tampilkan semua postingan

Selasa, 20 September 2016

[ROUND 2] 13 - MBAH AMUT | TIGA TITIK HITAM

oleh : Énryuumaru
 
--




Ini kisah, suatu ketika
Tanah kita, tanah Vana

Dilanda bencana, ditimpa petaka
Perang menggema, kuasa menggila

Sengsara mendera, Déwata prahara
Harapan sirna, tak bersisa

Ambang derita, keluar goa
Wujud perkasa, menjawab do'a

Nirvana untuk semua, pembebasan dari Samsara
Salam sejahtera, kepada semesta
Hikayat Tanah Vana - Lembar Hitam: Pembuka



[ROUND 2] 12 - RU ASHIATA | GADIS TANPA MIMPI


oleh : N.V

----


Catatan dari penulis:
Warna latar belakang yang sering berganti-ganti di entry ini dapat menyebabkan ketidak nyamanan membaca.Bacalah di ruang yang berintesitas cahaya yang tidak terlalu terang ataupun gelap.Dapat juga mensunting cahaya yang tepat pada layar ponsel / monitor kalian demi kenyamanan membaca.
Jagalah kesehatan mata kalian ya? ;)

Entry yang terhubung:
- Ru Ashiata     : CS | Prelim | R1
- Mbah Amut    : CS | Prelim |R1


[ Bab lll – Gadis Tanpa Mimpi ]


[ Chapter 1 ]

"Hei Kehendak, kau senang bermain ya?"


Cahaya gemerlapan lampu gedung-gedung berasitektur kuno di kota modern Hamburg, menghiasi gelapnya langit suatu bingkai mimpi yang selalu gelap tanpa adanya sinar bulan ataupun bintang. Namun keheningan kota ini terganggu oleh suara sirine yang terus bersahutan menelusuri jalan raya.

Empat buah motor dengan tulisan "POLIZEI" tercetak jelas di badan motor, memicu kecepatan paling cepat oleh pengendara berseragam lengkap. Diiringi suara sirine yang dinyalakan keras pada tiap motor tersebut, menandakan mereka berempat sedang mengadakan pengejaran.

Namun aksi pengejaran ini mungkin akan dikatakan aneh. Bila biasanya polisi mengejar penjahat yang sama-sama menaiki kendaraan bermotor seperti mereka, kali ini target yang mereka kejar adalah, domba yang ditunggangi wanita berpakaian serba hitam.

"Setan. Setan. Setan! Lebih cepat!"
"Mbaaa! Berhenti menarik buluku bhaaa!"
"Mereka tepat dibelakang kita tau! Kenapa juga kau membuka portal di tempat yang banyak orang?!"
"Aku sendiri tidak tahu akan ada banyak orang di sana bhaaa!"

Kembalinya Ru dari panggilan para panitia alam mimpi setelah menjalani misi di ronde sebelumnya, gadis ini dibuat kaget dengan keadaan bingkai mimpinya yang berubah drastis semenjak ditinggal pergi. Dari keadaan penghuninya hanya ada dirinya dan adiknya, sekarang para penduduk kota Hamburg sudah berada di bingkai mimpinya.

Para penduduk kota yang masih dibuat kebingungan dengan keadaan mereka sekarang langsung menatap curiga pada si wanita berpakaian gelap ini. Terutama karena muncul tiba-tiba dari lubang portal.

Sialnya Ru malah lari karena panik, daripada diintrogasi pada penduduk dan dianggap biang keladi nasib mereka yang berada bingkai mimpinya. Dalam waktu singkat, wanita ini menjadi buronan di bingkai mimpinya sendiri.

'Aaaaaa! Terkutuk kau Kehendak!!'