Tampilkan postingan dengan label Kai. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Kai. Tampilkan semua postingan

Senin, 07 Maret 2016

[FBC] 025 - SHIRR DAEVA

VERSUS
ALSHAIN KAIROS
STALLZA
RENA CHRONOSS
[Tantangan V6]
oleh: Aki Firmansyah

---

Unleash
An Introduction

Semilir debu pasir terempas angin barat.
Daratan di belakangku terkoyak meninggalkan sisa-sisa cabikan panjang sejauh cakrawala terbentang.
Tak ada lagi yang tersisa.
Tak ada.

Kedatanganku kembali membawa petaka.
Lagi-lagi, kala langit mulai runtuh,
dan kehancuran mulai melanda.
Sosokku hadir membawa bencana.

Akulah sang pembawa malapetaka.
Akulah manusia terakhir yang dikutuk Dewi Nama.
Dewi mimpi dan kematian yang menanamkan benih kekacauan dalam tubuhku.
Benih yang setiap saat menggerogoti nalarku.

Namaku Shirr Daeva.
Dikenal sebagai penombak kacau dari Wyrdland
Akulah yang tersisa dari kaumku
Para pemimpi radikal penyembah Nama.

Akulah sang pemimpi
Radikal
Akulah si penombak kacau
Akulah sang kekacauan itu sendiri.

***

Beranikah engkau bermimpi?
Beranikah?
Beranikah engkau?
Bermimpi?
***

Rabu, 02 Maret 2016

[FBC] 013 - SATAN RAIZETSU

VERSUS
ALSHAIN KAIROS
[Tantangan N6]
oleh: Sen No Sen

---

"Akhir dari Sebuah Koordinat"

Seperti biasa, saat bel pulang sekolah berbunyi aku sudah bersiap-siap merapikan bukuku untuk segera pulang. Seperti biasa juga, teman-teman sekelas mencoba mengajakku untuk pergi bermain entah kemana.

"Hey, Raja Iblis. Mau ikut kita untuk main ke tempat karaoke?" Salah seorang temanku bertanya padaku.

"Ayolah, ikut saja. Sudah lama kita tidak main bersama, bukan?" Suara lain ikut menimpal.

Dan terlebih lagi seperti biasa, aku hanya akan menjawab ajakan itu dengan beberapa perkataan mengelak yang dilapisi oleh senyum.

"Aahah, maaf deh. Kali ini aku benar-benar ada keperluan. Kalian tahu, aku saat ini sedang sibuk mengikuti les untuk persiapan masuk perguruan tinggi."

"Seperti biasa, kau ini terlalu serius dalam menghadapi segala hal. Seharusnya kau bawa santai saja."

Terlalu serius? Bukan itu. Aku hanya tak ingin membuang waktuku untuk melakukan hal tak berguna seperti itu, meskipun aku selalu bermain Game di depan PC berjam-jam tanpa henti. Kurasa itu juga bukan alasan, intinya aku hanya tak suka berkerumun dengan orang tanpa alasan.

"Ya begitulah."

Segera setelah menjawab dengan singkat, aku berdiri dari bangkuku lalu merapikannya. Tak lupa mengucapkan selamat tinggal, aku bergegas keluar dari kelas. Samar-samar aku bisa mendengar mereka membicarakan diriku, dan tentu itu bukan hal yang baik. Itu bukanlah hal yang begitu mengherankan, hanya sebuah hal yang biasa terulang begitu saja.

Alasan mengapa aku begitu terburu-terburu pergi dari sekolah tak lain tak bukan, karena memang aku ingin kembali ke kamarku sehingga aku bisa tenang dan melepas diriku dari penatnya dunia ini. Meski begitu, ada alasan lain yang menarik diriku. Alasan yang begitu kuat, dalam, dan pedih yang bahkan dirikupun tak bisa lepas dari belenggunya. Mengapa bisa begitu? Aku sendiri bingung bagaimana menjelaskannya, tapi aku bisa menggambarkannya hanya dalam satu kata,  yaitu "penyesalan".

Jumat, 26 Februari 2016

[FBC] 005 - ALISTAIR KANE

VERSUS
FATANIR
LAZUARDI
ALSHAIN KAIROS
[Tantangan V1]
oleh: Andry Chang

---

"DI ATAS SEMESTA, ADA SEMESTA"


Hidup Alistair Kane adalah sebuah pencarian tanpa henti.

Baru saja beristirahat sejenak setelah kembali dari sebuah dimensi antah-berantah, ada saja yang harus Alistair kerjakan untuk memastikan segala sesuatunya kembali ke jalur semula. Tepatnya, segala sesuatu yang sempat ia ubah untuk suatu tujuan atau misi tertentu. Kali ini, yang harus diluruskan pria berambut, berkumis dan berjanggut serba putih padahal memiliki fisik setara manusia berusia genap empat puluh tahun ini adalah nasib dan takdir seorang manusia.

Seorang pria muda berambut hijau panjang bernama Raditha Ananta.

Untuk itulah Alistair sengaja "hadir" saat Radith kembali ke ranahnya sendiri. Radith telah menyelamatkan dirinya yang terjebak dan jadi lemah bagai manusia biasa di sebuah ranah asing. Dengan menggunakan sebuah mustika bernama Kotak Laplace, Radith mengembalikan kekuatan sejati Alistair sehingga keduanya dapat kembali ke ranah mereka masing-masing. Kebetulan Alistair memutuskan "mampir" sejenak di Bumi, menuntaskan pelbagai urusan penting termasuk satu yang terpenting, memastikan Vajra, pahlawan super dalam diri Radith bangkit kembali.

Namun, masih ada satu ganjalan terakhir.

Ganjalan itulah yang membuat Alistair Kane berujar, "Radith, mengingat kondisimu sekarang ini, sebaiknya kau menyerahkan Kotak Laplace padaku."

"Apa!?" Radith menggeleng tak mengerti. "Bukankah aku yang seharusnya menjaga kotak pengacau itu agar tak ada lagi yang bisa menyalahgunakannya? Itu keputusan Mima Shiki Reid, pemegang Laplace sebelumnya yang menyerahkan benda itu padaku lewat undian."

"Aku tahu. Hanya saja, kekuatanmu yang kini telah berkurang separuhnya saat kau tiba di Bumi ini takkan cukup untuk membendung daya Laplace bila benda itu sampai beraksi lagi kelak. Lagipula, penggunaan Laplace di Bumi pasti akan mengundang kutukan berupa maut abadi dari Yang Maha Kuasa. Tentunya kau tak ingin itu terjadi padamu, bukan?"

Radith terpaku seketika. Ia memang baru sadar bahwa ia bukan pemilik sejati kotak penentu takdir yang menampung kekuatan mahakuasa itu. Lagipula, Bumi bukan tempat yang cocok bagi Laplace, yang sebenarnya adalah sebuah pelanggaran terparah, baik terhadap hukum alam mauapun hukum ilahi.

Jadi, uluran tangan Alistair Kane itu malah menerbitkan satu pertanyaan dari bibir Radith, "Lantas, mengapa harus kau yang mengemban Laplace? Siapa kau sebenarnya, Alistair?"

Minggu, 14 Februari 2016

[KATALOG KARAKTER] ALSHAIN KAIROS | THE DIMENSIONAL CARTOGRAPHER (WHITE DEMON)

Ilustrasi dibuat oleh Fusyana dengan http://www.icongenerators.net/ 

/1/ DATA KARAKTER
Penulis
:
Status Karakter
:
Semifinalis [Battle of Realms 5 : Exiled Realm]
Nama Lengkap
:
Alshain Kairos (Kai)
Panggilan/Julukan
:
Pemeta Dimensi, Ilmuwan Hitam (Calabi); Setan Putih (Aquilla)
Jenis Kelamin
:
Laki-laki
Usia
:
Tak dapat diukur dalam skala waktu dimensi ketiga, namun secara fisik terlihat seperti 20an tahun.
Ras
:
Pseudo-human