oleh : Wildan Hariz
--
PUCUNG – REM 01: PARADOXICAL
PARADOX 1
BRIGHT HAUNTING GOSPEL
Kota Brando tak pernah sesepi ini sejak imbauan lantang dari mobil-mobil bertuliskan "GOSPEL" usai terdengar. Padahal satu jam lalu mereka masih berlalu-lalang dengan pengeras suara, menelisik sudut kota. Polisi berpartisipasi dengan sepeda. Gang-gang gelap yang tak terjamah mobil dapat dimasuki sepeda. Di antara gang itu, seorang polisi terlihat sedang menunjukkan surat perintah di depan sebuah kedai. Papan nama tempat itu bertuliskan 'Tavern of the Black Alley'.
"Perintah berkumpul di Gereja Con Clavi bagi para grandlighter," ujar Master Yafeth sembari melempar surat itu ke meja spot khusus para pelanggan regular. Wajahnya nampak tak sebersahabat saat meladeni polisi tadi. "Jadi bagaimana langkah kita selanjutnya, Detektif Ro?"
Pria bertopi cokelat tua itu merespon, "Kita bergerak sekarang, Master. Polisi pasti akan memeriksa tempat ini dua kali untuk mencari grandlighter yang tersisa."
Orang-orang mungkin tak akan menduga ia setinggi itu ketika berdiri dari kursinya. Dengan badan tegap seperti itu, tidak pula mereka menyangka bahwa sebenarnya umur Detektif Ro sudah menginjak 55.
Dua pelayan cantik dan seorang butler menghampiri saat Master Yafeth memberi tanda dengan jarinya. "Vanessa, Brigitta, bereskan semua meja. Axel, berjagalah di luar. Aku tidak ingin ada siapapun yang mencurigakan di depan kedai ini."





