Tampilkan postingan dengan label Rena. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Rena. Tampilkan semua postingan

Senin, 14 Maret 2016

[FBC] 037 - OTHEMA SPREED

OTHEMA SPREED
VERSUS
RENA CHRONOSS
TEN GALLON TANK
[Tantangan V10]
oleh: Wildan Hariz

---

OTHEMA SPREED - WABAH ARKAIS ALAM MIMPI


Alam Mimpi merupakan simbol ekspresi. Kebebasan daya cipta. Apapun dapat dibayangkan. Realita-realita ideal melayang. Mereka menunggu sang penarik benang. Visualisasi realita beragam di dalamnya. Realita kebahagiaan, kesedihan, amarah, kegilaan … semua layaknya tercampur sebuah kendi berdasar tak terbatas bernama Alam Mimpi.

Adalah Ratu Huban. Entitas riang gembira yang mampu berjalan ke sudut-sudut Alam Mimpi. Ia menyaksikan aneka kejadian di Alam Mimpi. Sampai suatu hari ia dikejutkan oleh keberadaan 'benda' yang belum pernah dilihatnya. Ratu Huban menemukannya di suatu bagian Alam Mimpi yang hampir tak terjamah. Tempat itu diselimuti warna-warni cahaya aurora. Hanya ada beberapa potongan tebing berumput jarang melayang.

Ratu Huban mendarat pada tebing itu, tebing yang paling luas datarannya. Sepatu but-nya berdecit saat mencapai dataran. Kepala bantal ungunya dimiringkan keheranan. Ia tak memiliki wajah—tak ada mata dan yang lainnya, bagaimanapun, tetap saja nampaknya ia dapat melihat keadaan di sekitarnya.

"Lagi-lagi aku salah membuka portal … aduuuh. Aku di mana lagi sekarang?" gumam Ratu Huban. Dalam balutan pakaian kuning, ia memainkan sebuah tongkat oranye sepanjang tubuhnya yang pendek.

Senin, 07 Maret 2016

[FBC] 025 - SHIRR DAEVA

VERSUS
ALSHAIN KAIROS
STALLZA
RENA CHRONOSS
[Tantangan V6]
oleh: Aki Firmansyah

---

Unleash
An Introduction

Semilir debu pasir terempas angin barat.
Daratan di belakangku terkoyak meninggalkan sisa-sisa cabikan panjang sejauh cakrawala terbentang.
Tak ada lagi yang tersisa.
Tak ada.

Kedatanganku kembali membawa petaka.
Lagi-lagi, kala langit mulai runtuh,
dan kehancuran mulai melanda.
Sosokku hadir membawa bencana.

Akulah sang pembawa malapetaka.
Akulah manusia terakhir yang dikutuk Dewi Nama.
Dewi mimpi dan kematian yang menanamkan benih kekacauan dalam tubuhku.
Benih yang setiap saat menggerogoti nalarku.

Namaku Shirr Daeva.
Dikenal sebagai penombak kacau dari Wyrdland
Akulah yang tersisa dari kaumku
Para pemimpi radikal penyembah Nama.

Akulah sang pemimpi
Radikal
Akulah si penombak kacau
Akulah sang kekacauan itu sendiri.

***

Beranikah engkau bermimpi?
Beranikah?
Beranikah engkau?
Bermimpi?
***

[FBC] 024 - ARCA

VERSUS
RENA CHRONOSS
ROGER DANIEL
SANELIA NUR FIANI
[Tantangan NV4]
oleh: Andreawan Penulis Dadakan

---

Hari ini kota metropolitan tidak seperti biasanya. Jalan-jalan di tutup dan sepanjang jalan di beri pita pembatas jalan. Hari ini kota metropolitan akan dikunjungi oleh seorang puteri dari negeri seberang, seorang puteri yang terkenal akan kecantikannya. Dialah puteri dari negeri bernama Land of Chronoss yang bernama Rena Chronoss.
Di pinggir jalan orang-orang sudah berkumpul untuk menyaksikan kedatangan sang puteri kerajaan Barbatos. Walaupun kerajaan itu tidak dikenal oleh masyarakat luas, namun isu kecantikan sang puteri sudah menyebar dari mulut ke mulut.
Dari jauh iringan musik marching band sudah terdengar dan orang-orang yang berada di sekitar jalan sudah mulai ramai dan saling berbisik-bisik. Suara iringan musik makin terdengar kencang dan iringan pemain marching band sudah terlihat. Tampak barisan polisi mengelilingi sebuah mobil hitam mewah dengan kap terbuka. Di mobil itu tampak seorang wanita cantik berwajah dingin menatap ke depan tanpa memperdulikan sekelilingnya yang ramai meneriaki namanya.
Di samping wanita itu seorang pemuda berambut hijau melambai-lambaikan tangannya menyapa para  penonton. Tampaknya pemuda itu kebalikan dari sang wanita, pemuda itu tertawa, tersenyum, kadang sesekali menyenggol sang puteri untuk mengikuti gerakannya. Tapi sepertinya sang puteri tidak memperdulikannya, dia tetap saja bersikap dingin.
Dari keramaian tanpa mereka sadari seorang pria bermantel hitam mengawasi mereka berdua. Orang bermantel hitam itu mengeluarkan tiga buah foto bergambar sang puteri, pemuda berambut hijau dan seorang wanita berambut biru bermata hijau.
"Satu lagi tidak ada," gumamnya.

Sabtu, 05 Maret 2016

[FBC] 018 - EDMUND


EDMUND
VERSUS
RENA CHRONOSS
[Tantangan NV1]
oleh: Kevin Arnando
---

"Apapun yang Terjadi, Jangan Narkoba"



1
Ada empat hal menarik di bar itu malam ini; kakek-kakek tuli, seseorang dengan lubang besar dan darah di kepalanya, wanita cantik, dan bunyi ledakan di luar. Gemuruh ledakan yang terdengar berulang-ulang. Begitu nyaring hingga gelas-gelas yang ditata di rak kaca bergetar setiap kali bunyi ledakan itu muncul.

Kakek-kakek tuli itu, karena dia tuli, masih santai menuangkan bir untuk dirinya sendiri. Anak muda jaman sekarang, pikirnya, menyelesaikan masalah dengan kekerasan bukanlah cara yang benar. Lalu dia membolak-balik halaman majalah porno.

Sepelemparan batu dari tempat duduk si kakek, Edmund baru saja melepaskan tembakan demi tembakan. Dia berdiri di tengah jalan dan sedang mengisi pelurunya. Semua suara lenyap saat dia berhenti menembak, hanya desau angin samar-samar.

"Pertamanya aku memang nggak tahu kalau kamu itu perempuan. Tapi, aku nggak nyangka kalau kamu sejenis gituan."

Ed mengacungkan revolvernya ke atap sebuah bar tua. Tidak ada apapun di sana. Sepersekian-detik berikutnya, sebuah sosok mendaratkan kaki di situ, tepat ketika Edmund menekan keras-keras pelatuknya. Untuk beberapa saat yang terasa memuaskan, dia mengira tembakannya mengenai sasaran.

Ternyata tidak. Pelurunya menembus udara kosong. Ed memang berhasil menebak langkah berikutnya dari perempuan itu. Tapi, lagi-lagi sosok tersebut menghindar sedikit lebih cepat.

"Rena Chronoss," gumamnya. "Jadi, gimana versi ceritamu?"

Dengan satu lompatan kilat, perempuan bertudung itu bergerak turun.

"Tidak ada hubungannya denganmu," katanya. Tanpa nada suara yang menunjukkan ekspresi apapun. Tudung kepalanya hanya menampakkan sedikit bagian dagu yang sepucat bulan. Kemudian, hampir-hampir berbisik, "Aku hanya ingin bertahan hidup."

"Bertahan hidup," ulang Edmund. "Rupanya putri kerajaan bisa juga mikirin hal paling jelata kayak gitu."

Dia membelokkan pistol, langkah yang benar-benar disesalkannya. Ed merasakan logam dingin menancap di dalam perut. Bermodal kecepatan trengginas, Rena telah berdiri di belakang Edmund seraya mendorong belatinya melesak lebih dalam ke pinggul pemuda itu.

Ed mencengkram keras lengan Rena tanpa menoleh ke belakang. Yang membuat gadis itu cukup kaget. Kebanyakan korban yang dia temui tidak sempat melakukan gerakan tak terduga seperti sekarang. Sepanjang pengalamannya, orang yang kesakitan tidak banyak memberi perlawanan.

"Keparat!" jerit Edmund. "Jangan sampai kena Yang Mulia Pelé!"

Minggu, 14 Februari 2016

[KATALOG KARAKTER] RENA CHRONOSS | SOUL SUMMONER

sumber ilustrasi dari http://slffvii.com/wiki/images/4/41/Anime-girl-black-and-white-cute-hood-Favim.com-885888.png
/1/ DATA KARAKTER
Penulis
:
Status Karakter
:
Runner-Up [Battle of Realms 1 : McGuffin's Treasure]
Nama Lengkap
:
Rena Chronoss
Jenis Kelamin
:
Perempuan
Usia                       
:
Semua orang yang pernah melihat wajahnya menaksir umurnya tak lebih dari 20