Tiga kata. Reveirers, mimpi dan yang terakhir ia lupa. Ia bermimpi, namun tak sadar dirinya sedang bermimpi, maka bertingkahlah dia seperti sebagaimana yang ia lakukan ketika bangun.
Bermimpilah, wahai sang begal laut lepas.
*1*
Ruccus On The Gate
Aroma karat bisa tercium meski beberapa meter jauhnya. Beberapa orang menyebutnya tempat pembuangan akhir, namun para manusia tikus menyebutnya rumah. Di pusat ladang rongsokan ini, ratusan kendaraan-kendaraan tua berkarat dirombak menjadi rumah-rumah kecil yang nyaman. Kerangka kendaraan berat ditimbun di semua sisi, menjadi dinding kuat yang melindungi desa kecil ini.
Hari ini desa kecil ini kedatangan tamu dari laut, geng motor air Megalo. Suara kenalpot motor air mereka yang ribut berfungsi seperti terompet yang menyerukan kedatangan mereka. Motor di parkir di pantai, lalu pemiliknya jalan kaki ke gerbang desa yang tak begitu jauh.
Gerbang desa dibuka untuk mereka, bukan karena para preman dari dunia air itu diterima di sini, tapi karena mereka takut yang akan terjadi bila gerbang tidak dibukakan. Geng Megalo dikenal sebagai geng kejam yang ditakuti hampir seisi realm 1000 nama. Tak ayal mereka merampok, membunuh, bahkan memakan korban mereka. Beruntunglah para manusia tikus tidak punya apapun untuk dijarah, daging mereka juga terkenal tidak sedap.
Mampirlah geng motor itu ke warung Spagetikus, sebuah warung yang baru buka akhir-akhir ini. Warung baru ini menyediakan hidangan dari negeri di ujung cakrawala, tak heran warung baru ini ramai. Penduduk lokal yang ingin mencicip masakan dari negeri nan jauh rela mengantri untuk makan di sini.
"Bubar! Bubar! Kami mau makan!" sahut boss geng Megalo, Begalodon si manusia hiu. Kesabaran bukan keahliannya, mengantri adalah konsep yang tidak bisa diterjemahkan makhluk yang ingin menang sendiri itu.










