Tampilkan postingan dengan label negotiate. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label negotiate. Tampilkan semua postingan

Senin, 13 Juni 2016

[PRELIM] 61 - MAHAPATIH SENO | OZ

oleh : KingOnes



OZ

#Prolog : Nirmala, Kutukan, Boneka



Seharusnya hari ini menjadi hari libur penting bagi seorang pria yang tengah kasmaran, jika saja semalam dia tidak terlalu gugup sampai membuatnya harus terjaga semalaman. Pria berkacamata dengan rambut tak terurus itu hanya bisa menguap sepanjang waktu, meskipun disebelahnya ada seorang gadis manis yang bisa membuatnya melek seharian.
"No, ko nguap terus sih? Kan kamu yang minta ditemenin ke panti asuhan Harapan Terakhir." Protes Dhita, gadis berkuncir kuda yang berada di sampingnya.
Dilihat dari alisnya yang naik turun, urat-urat dikening mendadak terlihat jelas. Bisa dipastikan kalau dia sudah tak bisa bersabar lagi dengan laki-laki yang sudah membuatnya menghabiskan waktu liburnya begitu saja.

"Hoam, kenapa dhit?" Tanya pria yang dipanggil 'No olehnya. Namanya Mahapatih Seno tapi mengingat kondisinya sekarang, sikapnya sama sekali tak mencerminkan kepribadian yang sesuai dengan identitasnya tersebut.

"Dat, dit, dat, dit. emang namaku adit, ah tau ah." tak bisa ditahan lagi rasa kesalnya, gadis berjaket hijau itu berlalu gitu dengan langkah gusar meninggalkan Seno yang sesekali hampir terjatuh lantaran kantuknya yang tak bisa ditahan.

Sadar dengan situasinya yang tak menguntungkan,  cowok kucel itu langsung menampar pipinya sendiri dan berharap kantuknya segera hilang.

"Akh! Padahal cuma hari ini satu-satunya kesempatanku untuk berduaan dengannya seharian."batinnya menggerutu kesal.

Tak ingin Dhita mendadak cuek padanya, tanpa buang waktu ia segera berlari mengejar wanita yang telah lama menyita perhatian dan pikirannya. 


(***)

Rabu, 08 Juni 2016

[PRELIM] 49 - MARTHA A. DORAPUNZEL | RIWAYAT SI NENEK SELFIE



oleh : Dendi Lanjung

--

Prelim.
Maks. 10.000 kata.
Protect people, negotiate with the enemy, and/or withdraw from battle.
DEADLINE MINGGU, 5 JUNI 2016, 23:59 WIB
Mulai menulis: 28 Mei 2016, 23:14 WIB.
Panik.
Martha. Meyshinta. Mayzaldy. Mayang. Maharani.
Hampir semua perempuan yang menurutku menarik, memiliki nama berawalan huruf M.
Hampir semua...
Martha A. Dorapunzel.
Kelihatan sekali kalau pemberian nama ini sangatlah acak, tapi lupakan.
Lupakan sejenak nama itu, dan marilah kita segera masuk ke cerita.
[1]
:: Kok, gampang ya? ::
Sepuluh tahun yang lalu, sebuah benda dari luar angkasa jatuh ke bumi. Bukan meteor, bukan pula kuda sembrani berekor pelangi, benda yang jatuh adalah sebuah sekoci. Soal darimana sekoci itu berasal dan bagaimana caranya jatuh dari luar angkasa, itu akan diceritakan di lain waktu. Satu hal yang pasti, sang penumpang sekoci adalah perempuan berusia senja yang kehilangan memori.
Tak satupun keterangan mengenai identitas si perempuan tua menempel di tubuhnya –selain perkiraan usianya yang di atas enam puluh tahunan. Hanya pakaian kemeja putih menyerupai kebaya dan celana sebetis berwarna biru indigo, juga secarik kertas bertuliskan 'Martha – Meyshinta – Mayzaldy – Mayang – Maharani' saja properti yang ada bersamanya. Selebihnya tentang siapa sebenarnya si nenek dan tempat dia berasal semuanya masih misteri.
Demi mencegah hal-hal yang bisa mengganggu keamanan negara, Pemerintah Indonesia melalui Badan Antariksa, Paranormal dan Eksplorasi Rijalulghaib, disingkat B.A.P.E.R., memberi nama nenek itu Martha A. Dorapunzel.
Sementara untuk tempat tinggalnya, Nenek Martha ditempatkan di sebuah panti bernama Panti Unikorn Pelangi. Panti yang khusus diperuntukkan bagi para veteran pahlawan kemerdekaan itu berdiri di sebuah pulau kecil di utara Jakarta, hal itu karena hampir semua veteran yang tinggal disana memiliki kemampuan khusus.
Sepuluh tahun berselang, si Nenek telah mendapat identitas baru berkat hobinya untuk pergi berkelana ke penjuru dunia hanya untuk berselfie ria –yang tentu saja tanpa persetujuan dari pihak panti. Sepuluh tahun berselang, saat ini Nenek Martha lebih dikenal dengan julukan barunya sebagai Nenek Selfie.
•••

Jumat, 03 Juni 2016

[PRELIM] 33 - STALLA | [B]APAK

oleh : J. Fudo

--

'Ugh..'


Suatu kala di ranah rekaan...,


'A-aku.. di mana? Aku siapa?'


...tersebut sebuah makhluk berwujud ganjil.


"Reverier... mahakarya..."


'Hah..? Apa..? Siapa itu?'


Ia muncul entah dari mana, hidup entah bagaimana.


Ia tak memiliki indera, tapi mengerti rasa.


"Alam mimpi..."


'M-mimpi?'


Ini adalah sebuah dongeng dari antah berantah.


Sebuah dongeng tentang seorang bapak...,


'Aaaaah!'


...dan sebuah kaleng penyegar ruangan. 

Kamis, 02 Juni 2016

[PRELIM] 28 - ASIBIKAASHI | MIMPI DAN ILUSI

"MIMPI DAN ILUSI"
oleh : Zoelkarnaen

--

TRANSISI MIMPI

Angin yang sebelumnya bertiup semilir kini semakin kencang, pertanda akan datangnya badai. Kuarahkan hidungku ke langit, mencoba mencium apakah ada bahaya yang ikut bersama dengan kedatangan  badai.

Sayangnya tidak tercium apa-apa, hanya aroma tengik dari makhluk bertopeng burung hantu yang tertangkap hidungku. Baunya seperti anjing kampung yang baru saja tercebur ke selokan.

Instingku mengatakan akan ada bahaya yang datang, tapi entah mengapa hidungku tidak bisa menciumnya, tidak seperti biasanya. Aku pun berjalan sedikit lebih cepat, mendahului yang lainnya. Aroma lumut dari pepohonan dan aroma tanah yang lembap, tidak tercium aroma hewan lainnya di hutan ini. Telingaku pun tak mendengar sedikitpun suara hewan, hanya terdengar suara gemerisik dedaunan yang tertiup angin.

Ada yang aneh dengan hutan ini.

Ini masih dunia yang sama, masih mimpi yang sama, namun entah mengapa sepertinya aturan di tempat ini perlahan mulai berubah. Apakah si empunya mulai menyadari mimpinya? Apakah si empunya sedang berusaha mengendalikan mimpinya?