Tampilkan postingan dengan label Group 7 The Double. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Group 7 The Double. Tampilkan semua postingan

Kamis, 04 Agustus 2016

[ROUND 1 - 7F] 41 - JESS HUTCHERSON | RINAI PURNAMA


oleh : M. Da'i Kuncoro

--
 
Rinai Purnama


Semilir angin dingin dari jendela apartemen mengusik dua makhluk indah yang saling bertindihan di atas kasur. Suasana terasa makin panas di kamar itu meskipun udara malam sedang dingin-dinginnya. Desah-desah kecil mewarnai petualangan mereka. Petualangan indah yang selalu didambakan oleh setiap insan. Dan petualangan penuh dosa bagi yang belum menjalani upacara sakral bernama pernikahan.

“Ahh, baumu masih tetap sama seperti tujuh belas tahun yang lalu, pas nggak sengaja aku jatuh dan kamu yang tangkap,” ujar si wanita yang tengah ditindih dengan suara bergetar.”

“Namanya juga laki, Jess. Tapi kamu masih tergoda kan?””

“Kalau sekarang sih malah tambah nafsu. Dasar Hutcher jelek.”” Jess membenamkan wajahnya diantara dada bidang Hutcher---yang masih sibuk dengan urusan gua elastis Jess. Benda tumpulnya makin ganas menjelajahi gua dengan desahan yang mengiringi.. Sedangkan kedua tangan Hutcher riang menjelajahi bukit kembar yang mencuat indah di dada Jess.

“Gimana kalau aku ngelamar kamu sekarang? Aku takut setelah ini malah kamu menjauh.””

“Ummpphhh.... yang benar saja. Kamu terlalu buru-buru, seperti gerakanmu saat ini.””

“Terserahlah, aku bakalan tetep ngelamar kamu.”

“Jessica Romanoff, maukah kau”—“

Kalimat Hutcher terputus saat potongan plafon apartemen beserta semen dari lantai atas menimpa tubuhnya. Jess menjerit histeris, namun kemudian terhenti karena pecahan kaca yang menyerbu wajahnya. Berbagai material terus menghujani tubuh telanjang mereka. Potongan batu bata bercampur semen menghajar punggung Hutcher yang membelakangi Jess. Keduanya tewas mengenaskan. Lantai ikut runtuh, memaksa mayat Jess dan Hutcher untuk jatuh ke bawah. Kedua raga tanpa jiwa itu mendarat bertindihan, bernodakan darah yang mengalir perlahan dari tubuh keduanya.

Memori yang harusnya tak pernah ada.



***

Rabu, 27 Juli 2016

[ROUND 1 - 7G] 11 - KURO GODWILL | APOCALYPSE―REVOLUTION?


oleh : Chou-3

--
ApocalypseRevolution?


めくるページは次の章
(meguru pe-ji wa tsugi no shou)
イメージはいつも優勝
(ime-ji wa itsumo yuushou)
勝てないことはない
(katenai koto wa nai)
今日こそ起こそう僕らの革命
(kyou koso okosou bokura no kakumei)
衝撃的な作戦が永遠に
(shougeki teki na sakusen ga eien ni)
昇り続けるステージ
(nobori tsuzukeru sute-ji)



Dibalik halaman terdapat bab selanjutnya
Gambaran sebuah kemenangan
Tak ada yang tak dapat dimenangkan
Mari wujudkan revolusi hari ini
Di sebuah pentas yang terus berlangsung
dengan strategi yang sensaional dalam keabadian
⊡・・・ÊYÍ・・・⊡


Sebuah bait yang tertulis pada dinding udara arktik tak kasat mata di sebuah negeri. Cuaca begitu cerah namun terasa dingin. Para pemimpi itu, masih berpijak di tempatnya, seolah dipaksa untuk membaca bait itu sebelum akhirnya diijinkan menjejakkan langkah lebih dalam, menjelajahi negeri awan-kristal nan surgawi itu.
⊡・・・ÊYÍ・・・⊡


Selasa, 26 Juli 2016

[ROUND 1 - 7F] 09 - ZEPHYR | IT'S JUST GOOD BUSSINESS

oleh : Denis Novendra


--IT'S JUST GOOD BUSSINES--


××--<>--××


"War is the Statesman's Game, the Priest's Delight, the Lawyer's jest,
,the Hired Assasin's Trade~"


-Percy Bisshe Shelley-


××--<>--××


First Bullet
||| /
...Victory Love Preparation...


Part 01


Beberapa saat setelah pertarungannya dengan RelaxingEnd, Zephyr didatangi oleh seorang mahluk? Dengan tubuh seorang anak kecil dan berkepala bantal yang mengatakan dirinya adalah seorang Reveriers dari sebuah pertandingan Multisemesta bernama Battle of Realms : Masterpiece of Reveriers.


Tentu, awalnya Zephyr tidak percaya. Apalagi saat sebagian besar pertanyannya tidak dijawab oleh gadis berkepal bantal itu yang hanya menjawab dengan : "Maaf kak, sebagian besar pertanyaan mu itu mengandung spoiler!" Heck, siapa yang tidak kesal dan bingung jika pertanyaan serius hanya dijawab enteng seperti itu.


Apalagi gadis yang mengaku bernama Ratu Huban itu juga memberi seekor Domba juga tanpa alasan yang jelas dan bilang itu adalah hadiah karena lolos babak seleksi.


Namun...


Minggu, 10 Juli 2016

[ROUND 1 - 7G] 03 - FaNa | F.P

oleh : Bayee Azaeeb Via

Chp. 0 : Prepare for trouble
[Na's POV]

"Sjena, bangun!"

Kuguncangkan tubuh gadis kecil itu. Namun ia masih saja terus mengigau dan meronta tanpa sadar. Badannya panas, keringat dingin mengucur deras dari sisi wajahnya.

"Fa, kau bilang kekuatanku bisa membuat seseorang mimpi indah, bukan?!"

"Mana aku tahu, bodoh!? Memangnya aku terlihat seperti gurumu? Coba cubit Sjena, mungkin saja dia bisa bangun dari mimpi 'indah'nya."

Seperti biasa, jawaban Fa tak pernah menyelesaikan masalah. Yang ada hanya menambah masalah, ditambah emosi, sama dengan percuma.

Mungkin ada solusi lain. Bagaimana kalau aku melakukan hal yang sama untuk membalikkan sugestinya? Baiklah, tak ada waktu untuk bermain-main.

Kusentuh pipi Sjena dengan kedua tanganku. Lalu dengan sekali hentakan, kugunakan harapanku untuk menariknya kembali ke dunia nyata. Seketika, matanya membelalak dan nafasnya kembali. Begitu ritme pernafasannya kembali, ia langsung memelukku erat.

"Apa yang terjadi barusan, Sjena?"