Tampilkan postingan dengan label kill brutally. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label kill brutally. Tampilkan semua postingan

Senin, 13 Juni 2016

[PRELIM] 64 - BEGALODON | SANG BEGAL YANG TAK TERKALAHKAN!!

BEGALODON
oleh : Overlord Hall

--

Tiga kata. Reveirers, mimpi dan yang terakhir ia lupa. Ia bermimpi, namun tak sadar dirinya sedang bermimpi, maka bertingkahlah dia seperti sebagaimana yang ia lakukan ketika bangun.

Bermimpilah, wahai sang begal laut lepas.

*1*
Ruccus On The Gate

Aroma karat bisa tercium meski beberapa meter jauhnya. Beberapa orang menyebutnya tempat pembuangan akhir, namun para manusia tikus menyebutnya rumah. Di pusat ladang rongsokan ini, ratusan kendaraan-kendaraan tua berkarat dirombak menjadi rumah-rumah kecil yang nyaman. Kerangka kendaraan berat ditimbun di semua sisi, menjadi dinding kuat yang melindungi desa kecil ini.

Hari ini desa kecil ini kedatangan tamu dari laut, geng motor air Megalo. Suara kenalpot motor air mereka yang ribut berfungsi seperti terompet yang menyerukan kedatangan mereka. Motor di parkir di pantai, lalu pemiliknya jalan kaki ke gerbang desa yang tak begitu jauh.

Gerbang desa dibuka untuk mereka, bukan karena para preman dari dunia air itu diterima di sini, tapi karena mereka takut yang akan terjadi bila gerbang tidak dibukakan. Geng Megalo dikenal sebagai geng kejam yang ditakuti hampir seisi realm 1000 nama. Tak ayal mereka merampok, membunuh, bahkan memakan korban mereka. Beruntunglah para manusia tikus tidak punya apapun untuk dijarah, daging mereka juga terkenal tidak sedap.

Mampirlah geng motor itu ke warung Spagetikus, sebuah warung yang baru buka akhir-akhir ini. Warung baru ini menyediakan hidangan dari negeri di ujung cakrawala, tak heran warung baru ini ramai. Penduduk lokal yang ingin mencicip masakan dari negeri nan jauh rela mengantri untuk makan di sini.

"Bubar! Bubar! Kami mau makan!" sahut boss geng Megalo, Begalodon si manusia hiu. Kesabaran bukan keahliannya, mengantri adalah konsep yang tidak bisa diterjemahkan makhluk yang ingin menang sendiri itu.

Kamis, 02 Juni 2016

[PRELIM] 29 - ARCA | MUSUH LAMA

oleh : Penulis Dadakan

--

BAB I
BAG 1. MUSUH LAMA

Bandung adalah salah satu kota besar di Indonesia yang sedang berkembang menjadi sebuah kota metropolitan. Sebagai sebuah kota yang baru berkembang, aktifitas kota Bandung hampir tidak mengenal waktu. Siang dan malam hampir tidak ada bedanya, kota Bandung tetap ramai oleh orang-orang yang beraktifitas.

Seperti pada malam-malam sebelumnya, pusat kota Bandung selalu ramai oleh orang-orang yang sedang mencari hiburan malam. Dari sekian banyak tempat hiburan malam di kota Bandung ada sebuah tempat hiburan besar yang terkenal. Tapi keramaian malam ini tidaklah biasa, karena keramaian malam ini di dominasi oleh suara sirene polisi dan ambulan.

Pita kuning bertulisakan "garis polisi" melintang mengelilingi sebuah pub terbesar di kota Bandung. Ada banyak polisi, wartawan dan para petugas medis sibuk bertugas di tempat tersebut. Wargapun tidak ingin ketinggalan momen tersebut dan beberapa orang melakukan selfie atau hanya menonton saja. Di tempat parkir pub tergeletak seorang pemuda berjaket hitam dan bertopi koboi, sedangkan dari dalam pub para petugas medis menggotong keluar mayat-mayat yang sudah terbungkus plastik hitam.

4 Jam sebelumnya…