Tampilkan postingan dengan label Olive vs Nora. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Olive vs Nora. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 24 September 2016

[ROUND 2] 27 - OLIVE OF LA ERCILLA | A WANDERING PERFORMERS END

oleh : lordobimikel_12
--
A Wandering Performers End

[Cerita Olive dihapus dari blog atas keinginan authornya
karena dalam proses untuk dijadikan novel sendiri]
 
--

>Cerita selanjutnya : -

Selasa, 20 September 2016

[ROUND 2] 25 - NORA | BADUT CIRQUE DI KOTA KEMATIAN

oleh : Mocha_H
 
--
 
"Badut Cirque di Kota Kematian"

Prolog

Ladang bulu kapas nan luas menjadi latar di belakang kandang domba-domba putih Ratu Huban. Dengan lahap domba-domba Huban merumputi bulu-bulu kapas di kaki mereka, tak heran bulu domba mereka seperti kapas. Mungkin rasanya seperti gulali bagi mereka? Hanya para domba yang tahu.

Di luar kandang tersebut, domba-domba lain sedang berbaris rapi, menunggu antrian untuk dimandikan. Biasanya Huban memandikan dombanya sendiri, tapi kali ini si kepala bantal dibantu oleh pembantunya, si gadis tak bernama. Sang ratu bertugas memandikan si domba, sedangkan si pembantu menggosok dan menghanduki setelah mandi.

"Sepertinya kamu ceria sekali hari ini, pembantuku," tukas Huban. "Kamu senang muncul di bagian selain Epilog?"

"E-Epilog, Ratu? S-Saya kurang mengerti," jawab gagap si pembantu.

"Anggap saja promosi! Kemarin di epilog, sekarang di prolog, besoknya kamu di cerita utamanya!" seru Huban.

Si pembantu tidak bisa merespon apapun. Ia tidak mengerti apapun yang dikatakan oleh sang ratu dan terlalu sibuk meladeni domba daripada pembicaraan dengan Huban.

"Ngomong-ngomong, kelihatannya domba-domba yang kamu sikat senang sekali," komentar Huban, menyadari domba-domba yang telah dikeringkan langsung masuk ke kandang tanpa percobaan melarikan diri.

"Oh... iya, Ratu. Saya baru tahu," tanggap si pembantu.

"Apa kamu terbiasa merawat domba? Mungkin sebelum ingatanmu hilang?" tanya Huban.

"Mungkin tidak, Ratu. Saya tidak mengingat apapun dari merawat domba," ujar si pembantu. "Tapi... saya seperti bisa merasakan perasaan para domba ketika menyikat, seperti bagian yang gatal, titik nyaman dan luka kulit, jadi saya tahu bagian mana yang harus disikat dan mana yang tidak."

"Itu..." Huban mulai berdehem pelan. "Itu mungkin kemampuanmu! [Feeling Touch], peraba peka!"

"A-Anda menyamakan saya dengan para Reverier?"

"Siapa tahu kamu seorang Reverier!" seru Huban bersemangat. "Ehm... Tapi aku tidak ingat si kurator atau aku menandai seseorang sepertimu dan aku yakin Mirabelle tidak mau melakukannya."

"Dengan kata lain, dia adalah entitas tak dikenal."