oleh : N.V
----
================================================================
[ Bab ll – Tawa Suram ]
================================================================
[ Prologue ]
"AAArrrghhhh!!!!"
"TiiidaaaaAAAAK!!"
"Ini…tolong, tidaaaaak!!!"
Suara teriakan memilukan terdengar dari rekaman video yang sedang ditayangkan dari ponsel di tangan Luna. Tidak terlihat jelas apa yang terlihat di layar, karena gambarnya terus berguncang tak karuan sejak teriakan terdengar direkaman tersebut.
Hingga goncangan di layar di layar diikuti teriakan tersebut berhenti. sudah berubah menjadi guci tanah liat. Bahkan abstrak seperti buatan orang yang baru membuat guci tanah lihat.
Luna terus memasang wajah tegang dicampur ketakutan dengan apa yang dia lihat saat ini dari layar ponsel ditangannya sekarang. Sebuah rekaman video amatir yang sempat diabadikan Ru, kakaknya, saat berada di tempat yang lebih terlihat seperti museum seni.
Namun bukan museum seni pada umumnya, dimana para pengunjung menikmati koleksi seni yang ada disana. Justru terlihat suasana berat diantara orang-orang disana.
Gadis ini meringis ketakutan.













