Tampilkan postingan dengan label manipulate people. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label manipulate people. Tampilkan semua postingan

Rabu, 08 Juni 2016

[PRELIM] 53 - PUCUNG | REM

oleh : Wildan Hariz
--


PRELUDE TO A DREAM
ALPHA WAVE


Riuh melanda hamparan luas pematang sawah. Semarak para petani menyambut musim panen terdengar. Asep mendengar kalau tahun ini adalah salah satu panen terbesar dalam sejarah. Ia sama sekali tak ingin melewatkan perayaan besar nanti malam di Balai Desa. Sudah dua bulan hujan dan cuaca tak mendukung aktivitas melanda Desa Karikil. Tak menguntungkan memang bagi para pekerja. Namun ada berkahnya bagi ladang yang dahaga akan air setelah kemarau panjang.
Tali sepatu Asep ikatkan kuat-kuat. Ia tak mau terlihat konyol oleh teman-temannya kalau jatuh karenanya. Muka Asep sudah menor benar dengan bedak yang dibubuhkan ibunya. Begitulah ibu. Anak ingin bermain saja penampilannya harus prima, seperti akan mengantri giliran sunat. Kendati Asep bukan salah satu di antara antrian itu, ia tetap pakai bedak itu dengan bangga.
“Mah. Asep main dulu yah! Nanti udahnya mau nginep di rumah Rudi. Jam 8 pagi pulangnya!” seru Asep seraya membanting pintu tak sabaran.
“Iya! Hati-hati ya, Sep! Jangan ngerepotin ibunya Rudi di sana!”
Ibu Asep bahkan tak perlu repot menoleh lantaran ia asyik menonton sinetron Turki. Entah pula kata-katanya sampai telinga Asep atau tidak. Yang penting, ia percaya bahwa kata-katanya selalu diindahkan oleh Asep, seberapa kalipun ia pernah memberontak.
Dengan sarung diselendangkan pada bajunya, Asep memacu langkah sandal jepitnya ke balai desa. Cuacanya cukup dingin bagi Asep yang memakai celana pendek, jadi ia mulai memakai sarungnya untuk melindungi bagian bawah berharganya yang kedinginan.

Senin, 23 Mei 2016

[PRELIM] 20 - WILLIAM AMADEUS ANDERSON | DISCRETION IS THE GREATER PART OF VALOR

oleh : Illyasviel Emiya

--

"Orang bilang kecantikan itu mengundang pelecehan, Tapi mata prialah yang memutuskan undangan macam apa."

--

PERINGATAN!
Di bawah ini ada konten dewasa dan maksud saya bukan konten dewasa yang potong-potong dan nunjukin daging serta darah, tapi konten dewasa yang nunjukin kelamin beradu satu sama lain.

-Interlude-

Dua bulan yang lalu.

Musim dingin di Britania cukup mencekam kalau kau tak terbiasa. Di gang kecil di setiap jalan selalu ada sampah masyarakat yang siap menerkam pejalan kaki yang tak waspada.

Guinevere tahu bagaimana London seperti telapak tangannya sendiri, ia tahu tepatnya dimana orang-orang berbahaya berkumpul dan dimana orang-orang tidak beruntung mengemis harta untuk bertahan hidup.

Tapi ia tidak familiar dengan Penculik dari bayangan.

Di musim dingin seperti ini, banyak orang yang tidak ingin keluar dari rumah atau tempat kerjanya. Badai salju turun cukup lebat semalam dan jalanan tertimbun lumayan tinggi. Namun matahari sudah mengintip di langit-langit dan petugas kebersihan sudah membersihkan salju di jalanan hingga cukup untuk kegiatan sehari-hari.

di jalanan yang sepi seperti itu, Pandangan Guinevere menangkap seorang pelukis jalanan memakai jaket lusuh di salah satu gang.