oleh : Supernovablaze
--
EPISODE II : A Space
Oddity.
(Warning!
Tema Sugestif di awal. Tidak eksplisit, cuma untuk jaga-jaga.)
“Aku rasa ada
kesalahan. Aku tidak pernah setuju untuk mengikuti kegiatan ini!”
“Dengan sangat
menyesal kukatakan Nona, tidak ada kesalahan. Aku sendiri yang memilih Anda.”
“Aku tidak pernah
setuju untuk diubah menjadi tembikar jelek!”
“Maka kusarankan Anda
untuk berjuang sangat-sangat keras!”
“.... ”
“Dengar, seperti yang
aku katakan tadi, kita sama-sama tak punya pilihan, Nona Fort. Semoga
beruntung.”
“Ini tidak bisa
diterima! Tunggu! TUAN ZAINURMA!!”
*
*
*
Cahaya buatan dari luar menerangi sebuah kabin metal kecil
dan menyinarinya dengan semburat jingga yang hangat.
Di tengah ruangan tersebut terdapat sebuah ranjang dan di
atasnya, dua orang sedang bergulat penuh gairah. Dengan hanya dibungkus sehelai selimut, dua sejoli tersebut saling
bersilat lidah dan beradu mulut.
Secara harfiah.
Demi mendapatkan udara, Day melepaskan dekapan dan mulutnya
dari pria di bawahnya. Keringat mereka telah kering karena pendingin ruangan.
Tetapi napas mereka masih memburu karena ‘kegiatan’ yang baru saja selesai.


