Kamar Terapi
Perintah kali ini adalah tidur.
Walau datangnya semendadak surat undangan ke ibu kota yang diterimanya dua hari lalu, Mary tidak bertanya, sebab warga yang baik diajarkan untuk tak mempertanyakan perintah dari Kerajaan.
Mengenakan pakaian operasi warna khaki, gadis itu berbaring di atas ranjang sewarna. Infus untuk mencegah dehidrasi terpasang di tangan kanannya, sebab katanya dia akan koma di tengah proses yang panjang.
Mary diberitahu dia adalah prajurit spesial yang terpilih menjadi percobaan. Yang diharapkan darinya tentu saja sikap gembira atas kemurahan Yang Mulia Raja, bangga diberi kesempatan berjasa, bukannya merasa takut dan ingin pulang saja seperti sekarang. Warga yang baik itu patuh pada Kerajaan.
Karenanya dia tak melawan saat staf-staf berjas medis warna kora—tanda bagian neurologi—menginjeksinya dengan psikotropika dan menempelkan kabel-kabel dari mesin sebesar separuh ruangan ke sekeliling kepalanya, mengacuhkan rasa tak nyaman, mengacuhkan debar jantung yang berdentum menggila.





