Tampilkan postingan dengan label V10. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label V10. Tampilkan semua postingan

Senin, 14 Maret 2016

[FBC] 037 - OTHEMA SPREED

OTHEMA SPREED
VERSUS
RENA CHRONOSS
TEN GALLON TANK
[Tantangan V10]
oleh: Wildan Hariz

---

OTHEMA SPREED - WABAH ARKAIS ALAM MIMPI


Alam Mimpi merupakan simbol ekspresi. Kebebasan daya cipta. Apapun dapat dibayangkan. Realita-realita ideal melayang. Mereka menunggu sang penarik benang. Visualisasi realita beragam di dalamnya. Realita kebahagiaan, kesedihan, amarah, kegilaan … semua layaknya tercampur sebuah kendi berdasar tak terbatas bernama Alam Mimpi.

Adalah Ratu Huban. Entitas riang gembira yang mampu berjalan ke sudut-sudut Alam Mimpi. Ia menyaksikan aneka kejadian di Alam Mimpi. Sampai suatu hari ia dikejutkan oleh keberadaan 'benda' yang belum pernah dilihatnya. Ratu Huban menemukannya di suatu bagian Alam Mimpi yang hampir tak terjamah. Tempat itu diselimuti warna-warni cahaya aurora. Hanya ada beberapa potongan tebing berumput jarang melayang.

Ratu Huban mendarat pada tebing itu, tebing yang paling luas datarannya. Sepatu but-nya berdecit saat mencapai dataran. Kepala bantal ungunya dimiringkan keheranan. Ia tak memiliki wajah—tak ada mata dan yang lainnya, bagaimanapun, tetap saja nampaknya ia dapat melihat keadaan di sekitarnya.

"Lagi-lagi aku salah membuka portal … aduuuh. Aku di mana lagi sekarang?" gumam Ratu Huban. Dalam balutan pakaian kuning, ia memainkan sebuah tongkat oranye sepanjang tubuhnya yang pendek.

Minggu, 13 Maret 2016

[FBC] 027 - DREYANATA

VERSUS
MAHESA WERDAYA
MIMA SHIKI REID
[Tantangan V10]
oleh: J. Fudo

---

MONSTER

"Hihihi!"

Aku terbangun di tengah hitam, hampa.

Mataku melihat sekeliling. Langit gelap, tanah pun tak tampak. Sunyi, hanya aku dan pakaian tidurku. Kusebut pakaian tidur tapi sebenarnya kaos putih dan celana olahraga warna biru.

"Lalala~"

Suara itu lagi.

Tadi tawa, sekarang senandung gembira.

"Hupla!"

Sesosok gadis mendadak muncul di hadapanku, mencoba mengejutkanku. Aku hanya diam, tak berlaku. Diriku hanya seonggok raga tanpa emosi. Terkejut? Tidak sama sekali.

Pandanganku kini beralih ke gadis kecil yang sepertinya tengah merajuk itu. Kulihat kepalanya yang unik, berbentuk bantal dengan warna ungu. Menyerupai pakaian hujan, ia mengenakan parka terusan warna lemon dengan sarung tangan dan boot kuning kehijauan.

"Hei, kau melihatku?" panggilnya, diikuti anggukku.

"Kau ...punya impian yang menarik." lanjutnya, "Tapi aku baru saja melihat impian seseorang yang sangat tangguh. Kau tidak tertarik, Dreyanata?"

Aku diam.

Tidak ada penasarannya aku soal ketahuannya dia akan namaku. Tidak pula aku ingin tahu apa yang dimaksudnya impian. Aku seonggok raga tak berkehendak, bukan?

"Seorang pria muda ahli panah yang pernah berjuang demi sebuah dimensi emas, serta seorang ibu perkasa yang sempat bertarung demi mendapatkan sebuah kotak ajaib di dunia digital.

"Mahesa Werdaya dan Mima Shiki Reid. Kalahkan mereka dan kau akan bangun.

"Apa kau berani bermimpi untuk menerima tantangan ini?"


Jumat, 26 Februari 2016

[FBC] 004 - OPI SANG OPERATOR

VERSUS
BU MAWAR
URSARIO
STALLZA
[Tantangan V10]
oleh: Mocha

---

=Prologue=

Seorang pria berambut kumal yang tengah mengetikan deretan instruksi program pada laptop di hadapannya. Bercak hitam menghiasi kantong matanya, tanda bahwa ia sudah tidak tidur dalam waktu lama. Pria itu berhenti sejenak, lalu menyeduh kopi hangat dari cangkir kaca yang menemaninya semenjak sore.

Pria berambut kumal itu mendorong kursi rodanya menjauh dari meja, terus mundur hingga bersandar pada dinding jauh di pojok ruangan kantor itu. Pria itu menghela nafas panjang ketika melihat sebuah kerangka besi di samping meja kerjanya.

"Sudah dua tahun,ya?" gumamnya.

Pria ini adalah Opi, sang Operator Renggo Sina dari turnamen Battle of Realms yang terjadi secara online di realm ini. Tentu saja, dia tidak mengikuti turnamen itu tanpa alasan. Ada sebuah algoritma program yang sangat ingin ia praktekan, yakni sebuah sistem Artificial Inteligence dari sebuah Game yang telah lama berhenti. Jika perkiraannya benar, A.I. super ini dapat menirukan manusia secara utuh, sehingga ia membuat sebuah replika A.I. ini dan menggunakan turnamen Battle of Realms sebagai panggung ujicoba.