Hidup Alistair Kane adalah
sebuah pencarian tanpa henti.
Baru saja beristirahat
sejenak setelah kembali dari sebuah dimensi antah-berantah, ada saja yang harus
Alistair kerjakan untuk memastikan segala sesuatunya kembali ke jalur semula.
Tepatnya, segala sesuatu yang sempat ia ubah untuk suatu tujuan atau misi
tertentu. Kali ini, yang harus diluruskan pria berambut, berkumis dan
berjanggut serba putih padahal memiliki fisik setara manusia berusia genap
empat puluh tahun ini adalah nasib dan takdir seorang manusia.
Seorang pria muda berambut
hijau panjang bernama Raditha Ananta.
Untuk itulah Alistair
sengaja "hadir" saat Radith kembali ke ranahnya sendiri. Radith telah
menyelamatkan dirinya yang terjebak dan jadi lemah bagai manusia biasa di
sebuah ranah asing. Dengan menggunakan sebuah mustika bernama Kotak Laplace,
Radith mengembalikan kekuatan sejati Alistair sehingga keduanya dapat kembali
ke ranah mereka masing-masing. Kebetulan Alistair memutuskan "mampir"
sejenak di Bumi, menuntaskan pelbagai urusan penting termasuk satu yang
terpenting, memastikan Vajra, pahlawan super dalam diri Radith bangkit kembali.
Namun, masih ada satu
ganjalan terakhir.
Ganjalan itulah yang
membuat Alistair Kane berujar, "Radith, mengingat kondisimu sekarang ini,
sebaiknya kau menyerahkan Kotak Laplace padaku."
"Apa!?" Radith
menggeleng tak mengerti. "Bukankah aku yang seharusnya menjaga kotak
pengacau itu agar tak ada lagi yang bisa menyalahgunakannya? Itu keputusan Mima
Shiki Reid, pemegang Laplace sebelumnya yang menyerahkan benda itu padaku lewat
undian."
"Aku tahu. Hanya
saja, kekuatanmu yang kini telah berkurang separuhnya saat kau tiba di Bumi ini
takkan cukup untuk membendung daya Laplace bila benda itu sampai beraksi lagi
kelak. Lagipula, penggunaan Laplace di Bumi pasti akan mengundang kutukan
berupa maut abadi dari Yang Maha Kuasa. Tentunya kau tak ingin itu terjadi
padamu, bukan?"
Radith terpaku seketika.
Ia memang baru sadar bahwa ia bukan pemilik sejati kotak penentu takdir yang
menampung kekuatan mahakuasa itu. Lagipula, Bumi bukan tempat yang cocok bagi
Laplace, yang sebenarnya adalah sebuah pelanggaran terparah, baik terhadap
hukum alam mauapun hukum ilahi.
Jadi, uluran tangan
Alistair Kane itu malah menerbitkan satu pertanyaan dari bibir Radith,
"Lantas, mengapa harus kau yang mengemban Laplace? Siapa kau sebenarnya,
Alistair?"