Tampilkan postingan dengan label NV2. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label NV2. Tampilkan semua postingan

Minggu, 06 Maret 2016

[FBC] 021 - FATIMA DHU AL-QARNAYN

FATIMA DHU AL-QARNAYN
VERSUS
FATANIR
ROGER DANIEL
[Tantangan NV2]
oleh: Zoelkarnaen

---

That Damn Dream's Damsel


Jam dinding berdentang dua belas kali saat pintu kantor Biro Investigasi milik Dale mendadak terbuka, deru badai pasir pun bergemuruh mengiringi mengiringi masuknya sosok wanita bertubuh tinggi dan besar. Dari tangannya ia melemparkan sebuah karung yang berlumuran darah, lalu tanpa basa-basi ia segera merebahkan dirinya di atas sofa ruangan kantor tersebut.

Sementara itu di sisi terjauh ruangan dekat jendela, seorang pria paruh baya yang sebelumnya sibuk mengetik sesuatu kini berhenti sejenak. Pria itu menghela napas panjang seraya memijat keningnya sendiri.

"Fatima, bisa tolong jelaskan kepadaku, apa maksud dari semua ini?" tanya pria yang bernama Dale itu akhirnya.

"Itu buronan targetku," jawab Fatima langsung. "Kau tahu, pekerjaan yang kau berikan kepadaku minggu lalu, yang kliennya adalah pihak kepolisian?"

"Ya-ya aku tahu, karung kecil itu pasti berisi potongan tangan dan kepala dari si keparat malang, tapi bukan itu yang kutanyakan. Kenapa kau datang ke sini di tengah badai pasir, lalu mengotori karpet baruku dengan darah buronan?"

Dale pun berdiri sambil menunjuk ke mejanya. "Lihat ini, lihat ini semua! Mejaku, kopi ku, dan berkas-berkas yang baru saja kuketik, semuanya bertaburan pasir!"

"Brewok manja, jangan bawel, ah!" hardik Fatima yang kini berguling di sofa memunggungi bosnya. "Kalian bangsa Eydis terlalu banyak mengeluh, memangnya kau pikir semua orang yang kau temui itu dari bagian pengaduan?"

Biasanya Fatima akan lebih tahan dengan segala keluhan yang dimuntahkan Dale, tetapi rasa lelah yang ia rasakan saat ini membuatnya malas melayani segala ocehan si brewok itu. Hanya tidur nyenyak yang ia inginkan di siang hari berbadai ini.

Baru saja Fatima akan memejamkan kedua matanya, pintu ruangan kantor kembali terbuka, membawa deru dan debu masuk bersama dua sosok berjubah. Beruntung Fatima belum sempat melepas masker logam yang melindungi mulut dan hidungnya, atau saat ini mungkin ia sedang terbatuk-batuk seperti Dale.

Berusaha tak mengindahkan rentetan omelan Dale yang seperti senapan mesin, Fatima melepas rompi lalu memakainya untuk menutupi kepala. Fatima menduga kalau kedua sosok yang masuk barusan pasti Marreth dan Mirreth, putri kembar si bos.

Tak butuh waktu lama sampai akhirnya Fatima terlelap, rasa penat yang dirasakan menyeretnya semakin jauh dari alam sadar. Suara omelan yang bercampur canda dan tawa pun terdengar semakin redup.

***

Minggu, 28 Februari 2016

[FBC] 008 - SAMARA YESTA

VERSUS
SANELIA NUR FIANI
[Tantangan NV2]
oleh: Chandra Wu

---

'Tumbangnya Sang Veteran'

"Sudah dimulai. Malam ini, pintu dunia mimpi akan terbuka lagi. Kalahkan sang Ratu dan rebut benda itu!"

"Serahkan saja padaku. Kita akan menghukumnya," ucap wanita pengendali tumbuhan itu menggulung-gulung beberapa helai rambut hitamnya.

Bulan purnama bersinar terang di atas langit. Desiran angin bertiup menerbangkan daun dari rantingnya, maupun dedaunan kering di atas tanah. Sayup-sayup lolongan serigala liar merobek heningnya malam, diikuti suara-suara para penghuni hutan lainnya.

Di dalam gubuk di tengah hutan itu, Samara beserta keempat orang lainnya beristirahat sementara. Dia satu-satunya wanita di dalam kelompok kecil tersebut. Ada sesuatu yang hendak mereka lakukan malam ini.

Jumat, 26 Februari 2016

[FBC] 006 - KAEDE HAZUKI

VERSUS
SANELIA NUR FIANI
[Tantangan NV2]
oleh: Faikar Khalid B.

---

Simple Dream, Complicated Reality"

"Ratu pemimpi, oh ratu pemimpi. Sadarkan impianku. Wujudkan mimpiku. Bebaskan anganku."
"Bawalah pergi, anganku, ajak anganku ke duniamu. Jadikanlah mimpiku, mimpiku yang, paling, kudambakan~"

Debur ombak mengalun rendah, mengiringi lantunan yang mengalir, dari bibir seorang pria berperawakan klimis. Jambul pirangnya bergoyang2, seperti melambai siapapun yang menatapnya.
"Bawalah pergi, anganku~"
kembali dilantunkan senandung favoritnya, sembari dua hingga 3 tegukan soft drink, berseluncur di kerongkongannya, menemani sore hari itu.

"Hahhh, pulang ah"
Iris ungunya menyapu kanan kiri, sebelum kaleng soft drink di genggamannya, sudah meluncur kencang kearah pesepeda yang lewat.
*Klontang
dan bunyi itu sudah menyatakan satu korban sukses ditumbangkan

"YES. Saatnya kabur. Hihi~ langkahnya terhenti, karena sebuah suara melengking tak jauh dari tempatnya berdiri
"HEI, KEMARI KAU KAEDE!!!
"Kampret, Gue nyambit polisi lokal. CABUT!!!!
Dan terjadilah aksi kejar kejaran antara polisi dengan Kaede, sekali lagi,
"BERHENTI!!!!!!!


==oOo==