Writer's note: Tulisan putih dan bg hitam bukan maksud untuk menyelaraskan tulisan dan tema OCnya. Tapi penulis suka sakit mata baca di background putih dengan tulisan hitam. xD
oleh : N.V
----
================================================================
[ Bab l – Hitam
Yang Pudar ]
================================================================
[ Chapter 0 ]
"Reverier..?"
.... ..eep..
Beep.. Beep..
Suara
samar beep yang berulang perlahan terdengar sangat jelas ditelinga. Begitu juga
pemandangan yang awalnya terasa kabur, sekarang terlihat jelas langit-langit
ruangan disertai lampu neon yang menerangi ruangan, tidak terlalu silau ataupun
redup. Termasuk sosok wanita berstatus pasien ini, yang baru saja tersadar dari
tidurnya.
Sepasang
iris merah pasien yang baru bangun ini, menggelinding bergantian ke kiri dan
kekanan perlahan, menelusuri apapun yang dia lihat di ruangan tempat dia
berada. Selain sebuah monitor yang menampilkan layar hitam dengan garis dan
angka-angka yang terus berganti di samping ranjang tempat dirinya istirahat,
ruangan ini begitu terang dengan semua perabotan yang mendominasi warna putih.
'ICU…'
Helaan
nafas dihembuskannya dengan pasrah. Kelopak matanya yang masih terlihat sayu
itu kembali tertutup, dengan senyum yang terpasang damai.
'Ah, Ru.. kau diselamatkan Tuhan lagi..'
Wanita
yang memanggil dirinya Ru ini berpikir, Tuhan kembali memberi keajaiban. Dokter
yang merawatnya selalu mengatakan, dirinya selalu cepat sadar melewati fase
koma setiap penyakit gulanya kambuh. Entah Tuhan terlalu baik padanya tetap
membiarkannya hidup, atau ini cobaan dengan hidup dalam kondisi berpenyakitan.
Selama ini, dia hanya bisa pasrah dengan keputusan Tuhannya.
Tapi
sebenarnya, ada sesuatu yang hitam ditubuhnya yang selalu menyelamatkannya.
"…reverier…"









