Tampilkan postingan dengan label Setting I. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Setting I. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 06 Agustus 2016

[ROUND 1 - 8I] 44 - HARUM KARTINI | NGIMPINYA PEREMPUAN (1) : ABUGET!



oleh : Mustafa Hadji

--

“Bagi saya hanya ada dua macam keningratan: keningratan pikiran dan keningratan budi. Tidak ada yang lebih gila dan bodoh menurut persepsi saya daripada melihat orang, yang membanggakan asal keturunannya. Apakah berarti sudah beramal soleh, orang yang bergelar Graaf atau Baron? Tidak dapat mengerti oleh pikiranku yang picik ini.”

(Surat Kartini kepada Stella, 18 Agustus 1899)


SURAT 13
NGELINTASIN BATES-BATES IMPIAN

Di kelas, Harum punya tuh Bang kenalan temen- temen cowok yang wibu gitu,,ngehobi kartun jepang, vidio gim, sama komik. Harum inget kalo temen-temennye itu sempet cerita kalo tema cerita yang lagi populer tuh tentang “kesasar ke dunia laen/kesasar ke dalem gim”, macem “SAWO” atau “ngedot//ngehek” dimana si tokoh tuh kejebak di dunia laen,,dunia dalem gim. Tapi yah nih Bang,,kejebak di dunia dalem gim itu cerita turnamen taun lalu. Kalo sekarang,,ceritanye beda lagi.

“Bujubuneng!! Itu orang bisa disulap jadi pot,,amit-amit deh aye!!”

Cuman bisa bengong Harum Bang,,pas ngeliat demonsetrasi yang dilakuin Om-om kayak mafia,si Zainurme,,atau si Om sih ngakunya bukan dia yang ngelakuin,,tapi intinye tetep aje ada kejadian kayak begitu. Orang dikutuk jadi batu kalo di maling kundang,,kalo di sini dikutuk jadi karya seni murahan macem pot gosong. ngeri abis deh,Bang!!

Terus,,pas masih melongo-melongonye tuh,Bang,,tau-tau Harum (sama puluhan orang malang laennya) udah diusir lagi dari tempat yang kayak museum gede banget itu tuh. Sumpah deh Harum takejub,,pas nyamperin museum nasional di deket Monas aje udah wow banget ngeliat luas tuh museum punya pemerentah. Nah museum ajaib si Om Mafia Zainurme ini luasnye kagak ketulungan,,bikin museum nasional keliatan kayakk sebiji kutu.

Sebelom di usir,,satu omongan si Om yang nempel di kuping Harum tuh “kalian mesti jadi kuat!”,,dan itu emang udah rencana Harum.

Dia kepengen jadi lebih kuat lagi…itu impian si Harum sebagai prempuan.

Senin, 01 Agustus 2016

[ROUND 1 - 10I] 30 - ADOLF CASTLE | ALL IS FAIR IN...

oleh : toomuchidea

--
Adolf mungkin satu-satunya peserta yang menonton video pertarungan para peserta dengan sebuah senyum di wajahnya, sesuatu yang sebelumnya dan saat ini masih ia jarang tunjukkan. Zainurma tidak berbohong. Ia benar bisa belajar dari mereka semua, bertarung begitu hebat dengan konflik mereka. Fisik, batin, mengenai prinsip dan mimpi. Untuk menyelesaikan suatu masalah, cara penyelesaian yang mereka gunakan sungguh berbeda dari apa yang Adolf pikir ia akan lakukan. Begitu membingungkan, begitu menarik.

Ketika ia kembali ke apa yang mereka sebut 'Bingkai Mimpi'pun, roda-roda di otaknya masih berjalan mencoba menebak-nebak apa alasan mereka melakukan ini dan mengatakan itu di saat mereka bertarung. Ia paham dan tidak paham di saat yang sama. Seperti bagaimana seseorang dapat memaafkan seorang penjahat yang begitu mengerikan, atau memutuskan untuk menghindari konflik, atau memanipulasi situasi dan kondisi untuk menguntungkan diri mereka sendiri.

"Aw!" Adolf mengaduh, pikirannya terputus begitu saja. Ia melongok ke bawah, mencari sumber kesakitan yang muncul dengan tiba-tiba. Domba yang diberikan si Kepala Bantal sedang mengigit-gigit kakinya, ia berhenti memandang Adolf dengan kedua mata hitamnya yang besar dan nampak lugu. Adolf mendecakkan lidahnya kesal, menunduk ke bawah dan dengan hati-hati mengangkat domba tersebut dengan kedua tangannya.

Rabu, 27 Juli 2016

[ROUND 1 - 9I] 12 - MIA | BLOOD AND STEEL NATION

oleh : meridianna

--
Blood and Steel Nation


Maafkan aku...
Bukan aku musuh kalian...
Gunakan kesempatan ini untuk membuat diri kalian kuat.

"Selamat pagi, Mia. Cuaca cerah sekali hari ini."

"Apa ini? Deja vu..?"

Mata Mia perlahan-lahan membuka dengan susah payah. Dia terbangun di sofa yang ada di depan TV miliknya. Dia menimbang-nimbang untuk terus tidur. Tapi jika dipikirkan itu akan percuma dengan apa yang baru saja dia terima, dia tidak jadi melaksanakan idenya itu. Sebelumnya dia diberitahu bahwa dia adalah suatu karya yang berada di suatu museum, harus menghadapi tantangan jika ingin kekuatannya kembali, di tempat lain dengan menggunakan sebuah domba. Lalu dia dikembalikan di tempat yang disebut Bingkai Mimpi, tempat yang mirip dengan tempat asalnya, oleh sebuah makhluk berkepala bantal. Dia bahkan tidak yakin makhluk itu laki-laki atau perempuan. Walau dipanggil sebagai Putri Huban, bisa saja dia adalah laki-laki yang menyamar jadi seorang putri. Mia terlalu sering melihat hal seperti itu di game-game yang dia mainkan. Bahkan karakter bernama Bridget saja ternyata laki-laki.

[ROUND 1 - 9I] 10 - SATAN RAIZETSU | PION DI ATAS PAPAN PERMAINAN

oleh : Hyakunosen
--
Pion di Atas Papan Permainan

Bagian 1

Dalam ruangan yang remang, hanya ada satu sumber yang menjadi penerangan kamar ini, sebuah lampu dinding yang memancarkan cahaya jingga seperti senja.

Aku tak begitu menyukai tempat terang, jadi suasana seperti inilah yang paling cocok denganku. Hanya dengan menenggelamkan diriku pada sofa, seluruh otot di kepala dan tubuh mengendur, membuatku merasa tenang.

Aku yang sekarang sedang mengharapkan ketenangan lebih dari siapapun. Aku hanya ingin bisa pulang ke rumah dan melanjutkan game Little Busters yang belum sempat kuselesaikan, lagi.

Tapi, sepertinya itu akan menjadi tujuan yang sangat panjang bagiku. Terlebih karena kejadian barusan yang mungkin akan meningkatkan kadar kegilaan dari dunia yang mereka sebut sebagai "Alam Mimpi" ini.

"Siapa nama dewi yang tadi? Umm ... Mirabelle, bukan?" gumamku sembari menghela napas. "Kenapa semua dewa seperti itu? Mereka selalu merendahkan kami manusia, dan menganggap dirinya lah yang paling kuasa."

Aku bukanlah orang yang menentang konsep "dewa", karena bagaimanapun ini kedua kalinya aku melihat "makhluk" seperti itu. Tapi, kedua "makhluk" itu meninggalkan kesan buruk dalam diriku.

Aku melirik orang yang sedang tertidur di atas kasur yang tak jauh dari sofa yang kududuki. Dia mungkin adalah salah satu orang yang mendapat kesan paling buruk terhadap makhluk bernama dewa.

Jumat, 22 Juli 2016

[ROUND 1 - 10I] 07 - ADRIAN VASILIS | I AM BETWEEN A CONFLICT

oleh : Tanz

--

Chapter 2
I Am Between A Conflict




Detak jantung stabil, peralatan sudah steril.

Kerusakan di bagian itu cukup parah, tapi ada orang baik hati yang—

Apa ini mungkin?

Masih untung dia hanya dapat satu luka serius dari kecelakaan itu.

Tolong, jangan katakan ini padanya.

Memulai transplantasi organ.


***

Minggu, 17 Juli 2016

[ROUND 1 - 9I] 06 - LUCAS MASOLEUM | PENYELAMATAN DI STARBRIGHT.INC


oleh : R.J. Marjan

---

The Dream

Aula Museum Semesta, lebih dari enam puluh orang tak sekalipun membuatnya sesak. Mereka berkumpul di atas karpet merah dengan kebingungan dan keterkejutan. Di dinding, di atas permadani berhiaskan benang merah dan emas, berjejer lukisan-lukisan luar biasa. Emas membingkai tiap kanvas besar yang memuat laga-laga penuh drama dan aksi. Para Reveriers.

Lucas berdiri disana, tak memperhatikan apapun selain lukisan yang memuat gambaran dirinya, baru saja menembakan pisau, dan kabel listrik jatuh di depannya. Garis listrik kekuningan yang memercik terasa begitu nyata. Disana, dengan detil terlukis gambaran dari sosok yang tengah menjulurkan tangan, menggeliat. Daniel. Lucas jelas tak menikmatinya. Juga tak menyesalinya.

Ketika mengedarkan pandangan ke sekeliling, dia menyadari tiga sosok di dekat pintu tengah mengamati orang-orang yang kebingungan ini. Salah satu dari mereka terus menjawab tanda tanya dari para reverier. Mereka tau banyak.

Dari ketiga sosok itu, Lucas mengenal salahsatunya, Ratu Huban. Kali ini, dia geram akan mereka yang menahannya dalam mimpi ini. Untuk apa? Dia tak menemukan gagasan masuk akal di benaknya.

"Apa ini? Apa maksudnya semua ini? Siapa kalian?" Dia mengeraskan suaranya.

Mirabelle, Sang Dewi Konservasi sempat menjawab sebelum gempa bumi dan pekik kesakitan melingkupi aula. Beberapa orang menatap langit-langit dengan nanar sementara tubuh mereka perlahan menjadi tanah liat. Lucas menatap Sang Dewi dengan kengerian dan tanda tanya. Yang didapatnya hanyalah kata maaf dari mulut Mirabelle. Pria necis di sampingnya tak berhenti berkilah sementara Ratu Huban, si kepala bantal malah tertawa dibelakangnya.

Kesewenang-wenangan. Sebenarnya Lucas tak begitu peduli. Dia tak peduli pada orang yang kini telah menjadi tembikar. Tapi kekhawatirannya berpusat pada dirinya. Bahkan saat rasa sakit menyelimuti semua reveriers. Lucas mengerang sakit, hingga cahaya membawanya pergi. Dia cemas.