Tampilkan postingan dengan label Jess vs Samara. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Jess vs Samara. Tampilkan semua postingan

Selasa, 20 September 2016

[ROUND 2] 20 - JESS HUTCHERSON | MAWAR


oleh : M. Dai Kuncoro
--
Mawar



Kini, mimpiku adalah realitaku.

Kenyataanku

Senangkah aku? Sedihkah aku? Entahlah, batinku semakin susah memantapkan perkataannya. Semacam tertekan suatu entitas dengan eksistensi Maha Tinggi. Yang benar saja. Baru kemarin kurasakan ia mempermainkan raga asliku, tiba-tiba saja jiwaku mendadak direngkuhnya. Maksudku, sebelum akhirnya nalarku mengerti secuil kisahnya yang lebih dari sekedar kiamat.

[Sang Kehendak]

Aku tiba di kuil itu dalam keadaan yang seperti biasa. Tempelan fisik Jess di sebelah kananku, belaian domba seputih kertas kosong yang dikejar deadline, dan rasa khawatirku yang mereka-reka jika aku bertemu dengan-Nya. Sejenis amphiteater berisi tiga puluh dua reverier yang selamat dari pertempuran sebelumnya, dengan mimbar dan patung dewa-dewi di sekelilingnya.

Kami tak melihat [Sang Kehendak], namun kami dipertunjukkan kepada kekuasaan-Nya. Kiamat, huru-hara dunia, kehancuran yang nyata. Jess menahan nafasnya, begitupun aku yang dipaksa kondisi tubuh setengah wanita-setengah pria ini untuk berbagi rasa satu sama lain. Beberapa reverier bertanya ragu, sedangkan sisanya sudah terlampau panik. Sampai akhirnya aku tahu bahwa kami, para pemimpi, adalah mereka yang beruntung, yang terpilih, untuk menyelamatkan semestanya masing-masing.

Kurasakan kepercayaan Zainurma, juga Si Dewi Perang, yang begitu besar terhadap kami. Kepercayaan yang menantang intuisiku terhadap ronde selanjutnya.

Yang sabotasenya dilakukan Si Jubah Ungu di ujung Alam Mimpi sana.



~