oleh: Aesop Leuvea
--
EMPAT
Falanthring
Shishira, 116. Maagha, 4. Periode warna panas
S
|
elira diselipkan dukun-dukun Cag'pápásu menggunakan darah cerpelai suci; pada pipi merahmu yang kuciumi semalaman-sesiangan (selamanya kalau perlu), adalah berkah sebuah perlawanan bintang-bintang tak tahu terang~.
Di tepi sebuah danau besar, yang berada di ujung air terjun berwarna-warni, sekumpulan Nirmanuth pendosa menyanyikan kidung-komedi wajib. Pengantar prosesi pernikahan. Dalam balutan celana daun, topi bulu, dan coretan simbol-simbol Penjaga khusus di sekujur keabstrakan tubuh, semua laki-laki dan perempuannya saling bergandengan.
Mereka bergerak. Memanjangkan bayang-bayang api unggun yang membara di tengah-tengah. Berbahagia yang tertawa-tawa dalam tarian berpola berbaris-baris—kadang serapi kolom-kolom catatan leluhur tentang jumlah semesta lain di luar sana, kadang kacau seperti riak yang dihasilkan badai di atas permukaan Danau Falan.