SATIRE 1
MERGING FRAMES
BGM: A Light in the Attic
Meluas. Bingkai ini meluas.
Satu hal yang diketahui Pucung sejak beberapa jam lalu ia bangun adalah munculnya tempat-tempat baru dalam Bingkai Mimpinya. Bisa diumpamakan seperti ini: seseorang telah mengganti bingkai sebuah foto dengan bingkai yang lebih besar untuk foto yang lebih besar pula. Anggap saja ukuran foto itu adalah ukuran mimpi Pucung saat ini.
Dua sosok putih berjalan berdampingan. Pucung dan Alejandro menyusuri sebuah sungai tanpa nama, replika dari sungai di Desa Karikil. Di ujung sungai membentang hutan berkabut merah. Di sampingnya berdiri megah sebuah air terjun, tersambung dengan sungai. Mengesampingkan nuansa seram hutan berkabut, pikiran Pucung menyarankannya untuk memeriksa hutan itu. Definisi seram Pucung sedikit berbeda, lagipula.
Begitu asing. Tak pernah Pucung temukan tempat macam ini di Buana Panca Tengah, Nyungcung, Larang—tidak di buana manapun. Kabut merah menyesakkan seakan mencumbu area itu. Tak ada yang luput darinya. Manusia pastilah akan menutup hidung dan mulut di sini. Siapa yang tahu apa efek kabut ini pada mereka?

