BUAH DARI KEKECEWAAN
"[Kurasa tuhan yang kau anggap itu bukanlah tuhan. Melainkan sesuatu yang sedang memainkan 'Permainan Tuhan']"
.
.
.
Ayat 11 Potongan 31 Kitab Suci Varsakhtisav mengenai Agama Varsakhta berbunyi;
"…Dunia akan lebih baik tanpa agama…"
Ganzo Rashura terpejam. Berduduknya ia diatas sebuah batu besar di tengah sungai yang tenang berhadapan dengan kuil sakral 'Varsaria' . Meditasinya kali ini tak lain untuk merenungi kesalahannya pada pertarungan sebelumnya serta mencerna opini seseorang yang terlampau membuatnya bimbang.
Tidak. Bukan seseorang, melainkan sebuah robot bernama Iris Lemma. 'Kurasa tuhan yang kau anggap itu bukanlah tuhan. Melainkan sesuatu yang sedang memainkan 'Permainan Tuhan'? Omong kososng, kau hanyalah sebuah robot yang di program untuk berbicara secara random' , umpatnya dalam hati.
Namun bagaimana pun juga ia tak boleh meremehkan opini mengenai 'Permainan Tuhan' yang selama ini ia berusaha pecahkan tersebut. Ia mencoba mencernanya dengan membandingkan opini tersebut dengan salah satu ayat dari Kitab Suci Varsakhtisav.
"Jika dunia lebih baik tanpa agama… Lalu mengapa ada agama Varsakhta di dunia ini? Inikah 'Permainan Tuhan'?" Tanpa sengaja ia mengeluarkan perkataan tersebut di sela – sela pejaman matanya.
"Ganzo Rashura… Kau masih terlalu dini untuk menyimpulkan hal tersebut… Masih banyak 'Kenyataan' yang belum kau ketahui… Perjalanan mencari kebenaran untuk menyampaikannya pada umatmu masih lah panjang" Satu ucapan seratus suara tersebut menggema di langit – langit bingkai Mimpi Ganzo Rashura.
Tuhannya datang.

