Tampilkan postingan dengan label Harum vs Odin. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Harum vs Odin. Tampilkan semua postingan

Selasa, 20 September 2016

[ROUND 2] 17 - ODIN | DREAM 02. NIGHTMARE

oleh : Dee
 
--

Warning : Harsh Language, rasism, some scene may be not suitable for under 18 years old.  Out of Character is slightly inevitable. Semua nama yang berada di dalam cerita ini hanya plesetan dari nama asli, tidak ada maksud mengejek pemilik nama tersebut.


"I don't trust anyone, after all."



「Part 01. Distant Memories」


Kuil Dewa-Dewi.

Tak ada karpet merah maupun ruangan emas, hanya ada gunung-gunung tinggi menjulang yang menembus awan. Tak ada lukisan-lukisan tentang penampilan mereka di dunia sebelumnya, hanya ada patung dewa-dewi yang mengingatkannya pada lukisan Olympus yang dijajakan di pasar seni di kota asalnya. Odin jelas belum pernah ke sana, bahkan dalam mimpi saja tidak, namun ia tidak pernah mempertanyakan mengapa ada pelukis yang bisa menggambarkan interior Olympus, lengkap dengan para dewa-dewi di dalamnya.

Odin mengedarkan pandangan ke sekeliling. Tidak ada lukisan, tidak ada dinding emas, tidak ada karpet merah, tidak ada tembikar, dan yang terpenting tidak ada 'sesuatu' di ujung ruangan yang seperti mencengkram jantungnya. Tunggu, tidak ada tembikar? Lalu bagaimana nasib mereka yang tidak berhasil mencapai tempat ini? Odin cukup yakin, orang-orang yang berada di dalam tempat ini sekarang kurang lebih hanya setengah dari jumlah yang sebelumnya berada di Museum Semesta.

"Ini sebenarnya dimana, sih?"