Tampilkan postingan dengan label necessary kill. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label necessary kill. Tampilkan semua postingan

Senin, 13 Juni 2016

[PRELIM] 59 - CAIN AMAKUSA | THE SPIRIT BEGONE



oleh : M. Hafidz Ramadhan

--

Merah...
Biru...
Hijau...

Dan warna warna lainnya ntah mengapa mereka terlihat seperti gumpalan cahaya berwarna yang ada disekitar ku.
Sempat ku tanya pada orang orang disekeliling ku " apakah itu?" tanya ku sambil menunjuk gumpalan gumpalan cahaya itu namun mereka hanya menatap ku seakan akan aku sedang berkhayal.
Tidak tidak aku tidak sedang berkhayal. Mereka nyata mereka ada dimana mana di gunung, di danau , di taman , di hutan, bahkan dimana pun.
Bagi yang percaya mereka biasa disebut spirit atau roh alam, dimana mereka yang mengendalikan keseimbangan alam ini .
-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-

Rabu, 08 Juni 2016

[PRELIM] 52 - NAZHME KAIKHAZ | RAJA DI ANTARA DUA DUNIA

oleh : Aryo Budi P.


===
===

“Kakek Yadhaor! Kakek Yadhaoooor!”
Sepasang anak-anak elf berlari berhamburan menuju ruang baca dalam mansion luas di pegunungan itu.
“Wah wah wah! Kalian sudah datang ya,” ucap seorang tua bertubuh pendek sambil mengangkat mata dari buku besar terbuka di atas meja. “Bagaimana sekolah kalian? Apa Melilo masih usil dan Gielana masih ranking bontot?”
“Kakeeeek!” seru sang gadis kecil sambil merengut. “Aku udah gak ranking bontot lagi!”
“Iya, tapi sekarang ranking tiga,” timpal sang pemuda yang sedikit lebih tua. “Dari belakang.”
“Kakaaaak!” seru sang adik sambil meninju bahu sang kakak yang tertawa-tawa.
“Wohoho~ ternyata memang kalian ada perkembangan, hmm?” ucap sang kakek sambil menutup buku besar itu dan melompat turun dari kursi tinggi yang tadi ia duduki. “Wah, kau juga tambah tinggi ya Gielana!”
“Mmhm!” balas Gielana sambil membusungkan dada, bangga. “Tahun depan Kakek nggak bisa mengataiku pendek lagi!”

Selasa, 07 Juni 2016

[PRELIM] 44 - UNO FIBRI | HUKUM RIMBA


oleh : Luna Love
--
 
Sebuah hutan tropis di bagian tengah benua Utereu sedang mengalami perubahan cuaca akibat perpindahan letak bulan terdekat dari Planet Animalia yang bernama Bliss Lunar. Hujan yang tidak terlalu deras dan angin dingin yang berhembus menyelimuti kawasan hutan tersebut. Suasananya yang gelap ditambah dengan cuaca yang tidak mendukung membuat sebagian penghuni hutan lebih memilih untuk bersembunyi dari basah dan juga beristirahat.
Danau besar yang berada di tengah hutan terlihat berkilauan hitam kebiruan akibat sinar bulan yang terpantul di balik awan besar yang berkumpul. Pepohonan seperti sedang sibuk berbisik akibat tetesan air hujan. Suara makhluk malam pun juga ikut meramaikan.
Di dalam sebuah gubuk kayu di tepian danau, terlihat dua orang yang sedang duduk di depan perapian.
Sabba Salamander sedang sibuk memasak makanan untuk makan malam mereka berdua dengan ekor panjangnya yang bergerak-gerak santai. Terlihat jelas di wajahnya terdapat sepasang janggut tipis yang berbentuk kipas menyatu dengan leher, sebenarnya itu merupakan kulit tipis yang merupakan ciri khas dari Ras Salamander. Kulitnya yang berwarna cokelat gelap membuatnya terlihat sedikit menyeramkan, namun jangan lihat seseorang dari wajahnya. Karena kita tidak tahu hati sesorang bagaimana jika belum mengenalnya.
Di dekat perapian juga, seorang anak kecil bernama Uno Fibri di samping Sang Salamander terlihat sedang asyik berguling-guling. Tubuhnya yang mungil berkulit pucat dan memiliki mata besar dengan iris berwarna merah terang yang menggemaskan. Sudah berapa kali mata pria salamander itu menangkap wajah lucu anak angkatnya itu yang sedang menguap beberapa kali. Mungkin karena akibat dari cuaca di luar dan udara yang dingin, sehingga situasi seperti itu sangat pas jika digunakan untuk tidur.
“Uno kalau kamu mengantuk tidur saja dahulu.” Pria itu mencoba membujuknya agar mau beristirahat. Tangannya tetap sibuk membalik-balik makanan yang dia panggang.

[PRELIM] 43 - ELEANOR TIFFANY | PRETENTIOUS WORK

ELEANOR TIFFANY
oleh : Lazuardi Pratama

--

The dance of the puppets
The rusted chains of prison moons
Are shattered by the sun
I walk a road, horizons change
The tournament's begun

Pagipagi. Dinihari. Lamat-lamat matahari. Bangun tidur seorang lelaki: Eleanor Tiffany. Diingatnya mimpinya kurang pasti. Dilihatnya seekor peri. Menarinari ke sana dan ke mari. Kemudian ia hinggap pada pintu almari.

Hei ini bukan nyata tetapi ini mimpi bangunlah engkau jangan lekas berdiri jangan pula lari aku bukan untuk ditakuti.

Tapi aku takut

Aku...

Anak

Ini...

Yang mencelat karena sepukulan besi

Kuucap selamat...

Tetes darah bercampur bulir keringat dan air mata

Masterpis

Mata bulatnya menjerit

Alam mimpi...

Kau akan hidup, namun hidupmu lebih sunyi daripada mati

Senin, 06 Juni 2016

[PRELIM] 40 - KAMINARI HAZUKI | ALAM MIMPI, KENAPA KITA BERMIMPI?

oleh : Izunalord

-- 

Chapter 0: Self thought.
"Battle Of Realms: Masterpiece of Reveries"
Atau Reveries, sementara menurut kamus, yang relevan adalah Reveries, daydreaming, ngawang, melamun, lost  in thought, mimpi siang bolong. Impian siang bolong. Siang, yang bolong. Apanya siang yang bolong?

Sekilas hal diatas kuanggap biasa saja, namun di kalimat terakhir membuatku bingung.  Sebenarnya sejak kapan  siang itu bolong. Apakah bolongnya bersiang, atau siang yang berbolong, atau bolong bernuansa siang? atau  siang bernuansa bolong? Auk ah gelap. Buka kamus pun percuma.
.
Masalahnya, yang aku tahu sejauh aku hidup (Sebentar, memangnya kondisiku ini dianggap hidup?). . .
[EHM!]
Erm, baiklah. kembali lagi. Sejauh yang aku tahu selama hidupku, hanya donat, celana jeans, dan sedotan yang  wajib bolong. Harus bolong. Seperti kata pepatah "If there's a hole, there's a hope"
[Tunggu, kenapa susunan awal katanya jadi berubah?]

"KAMI-SAN!!!! SERIUS DIKIT DONK" suara melengking yang paling tidak ingin kudengar semenjak  kepulanganku dari {Alam Mimpi} 2 hari silam.

Nora Hazuki. My Sister, or not so sister, atau adik angkat,
adik yang diangkat, aku yang mengangkat adik, atau terangkatnya adik, atau adik yang terangkat. Ah sudahlah.

[PRELIM] 39 - SNOW WINTERFELD | ONCE UPON AN EVENTFUL DREAM

oleh : Rangga Rahman A.

--

Sejak hari itu pikiranku selalu dipenuhi pertanyaan.
Sejak kehidupanku diambil alih oleh takdir kejam.
Sejak mengambil kehidupan menjadi keseharianku.
Sejak Sang Kematian bersarang di dalam jiwaku.
 
Pertanyaan itu terus berputar dalam pikiranku.
 
Kehidupan.
Apakah itu semudah bernafas? Atau lebih dari itu?
Untuk apa manusia hidup? Apa hanya karena mereka lahir?
Atau untuk sesuatu yang lebih dari itu?
 
Pertanyaan yang membuatku memutuskan pilihanku.
Pertanyaan yang menjadi alasan kehidupanku.
 
~~~

Minggu, 29 Mei 2016

[PRELIM] 25 - NORA | TWO OF THE FOUR PIECES, BROKEN BY DEATH

oleh : Mocha_H

--

Two of  The Four Pieces, Broken by Death

==1==
Sang Tinta Hitam


Apa itu kedamaian? Apa itu kesejahteraan?

Banyak yang mengartikan kedamaian adalah suatu masa dimana tidak terjadi pertumpahan darah, sedangkan kesejahteraan adalah suatu masa dimana orang-orang merasa puas akan segala sesuatu.

Namun atas harga apa mereka mengharap masa itu?
Akankah mereka mengharap suatu kedamaian setelah pembantaian?
Akankah mereka mengharap suatu kesejahteraan dengan merebut kesejahteraan yang lain?

Kedua kalimat itu selalu dipakai dalam semboyan para munafik. Mereka yang berkata berjuang untuk kedamaian dunia hanyalah pembawa perang dan mereka yang berkata membawa kesejahteraan adalah pembawa kesengsaraan bagi yang lain.

Oleh karena dasar pemikiran itulah, Nora sang tinta hitam tidak memiliki tuan. Tentara bayaran itu selalu berpindah dari satu tempat ke tempat lain, mengharapkan untuk menemukan kesenangan yang fana dan bekerja hanya untuk mendapatkan uang.

Gadis itupun...

"LAPAR!!!!!"

...sedang dalam...

"KENAPA HANYA POHON DI KANAN KIRI?!"

...perjalanan menyusuri...

"BISA NGGAK SKIP INTRO KEPANJANGAN INI?!"

Ya gusti... kenapa,sih OC ini nggak bisa diam selagi narasi dibacakan? 

[PRELIM] 24 - MIA | KUPU-KUPU YANG TIDAK BISA BERHENTI BERMIMPI

oleh : meridianna

--

Judul: Kupu-Kupu Yang Tidak Bisa Berhenti Bermimpi
Alignment: Chaotic Netral (Necessary Kill)



-How do I know that enjoying life is not a delusion?
How do I know that in hating death we are not like people who got lost in early childhood and do not know the way home?-

"Kau ... Reverier, dan ... membuat Mahakarya ... di Alam Mimpi. Mencapai ... mampu ...  duniamu."

Mata Mia membuka dengan berat setelah semalaman berusaha mengalahkan boss.

Bagus, pikirnya. Mimpi apaan gue semalem. Bikin kepala pening saja.

Dia tidak sadar kalau itu karena ulahnya sendiri, main game tanpa henti. Sampai tengah malam, demi boss di game RPG klasik yang mulai dilupakan orang.

Sambil berusaha untuk sadar, dia bangkit dari tempat tidurnya. Berkali-kali dia ingin tidur lagi tapi selalu dihentikan oleh suara indah itu. Suara lelaki tampan yang menumpang dirumahnya. Dan lelaki itu sedang membuka tirai jendela kamarnya sekarang. Lalu sorot sinar matahari langsung mengenai mata Mia.

"Selamat pagi, Mia. Cuaca cerah sekali hari ini." 

Senin, 23 Mei 2016

[PRELIM] 19 - JESS HUTCHERSON | RINDU

oleh : Muhammad Da'i Kuncoro

-- 


Now you're in New York
These streets will makes you feel brand new
Big lights will inspire you
Hear it from New York~

Para penonton bertepuk tangan. Potongan kecil-kecil kertas mengilap aneka warna berjatuhan dari langit-langit ruangan. Jess tersenyum puas. Begitu juga dengan Hutcher yang sedari tadi memainkan biola, bersanding dengan Jess di dalam ruangan megah gedung Empire State, jantung kota New York.

Hutcher meletakkan biolanya, berdiri, dan bersamaan dengan Jess mereka membungkuk kepada hadirin. Inilah penampilan terakhir mereka musim ini. Mereka berencana mengambil cuti sebelum hadir kembali musim depan. Yahh.. musisi juga manusia. Punya rasa, punya hati, dan punya rasa lelah. 

Jumat, 20 Mei 2016

[PRELIM]16 - MBAH AMUT | SEBUAH KEHILANGAN

MBAH AMUT
oleh : Énryuumaru

--



Catatan: Mungkin akan ada kekerasan, sindiran keras, dan lawakan garis keras. Éntri keras inti ini harus dibaca dengan pengawasan yang berwawasan dan bertenggang perasaan. Aslinya diniatkan untuk tertawa, tapi bisa jadi malah bikin kecéwa. Tak apa, yang penting waspada sebelum membaca.

=========================================================
=========================================================

Hai kamu,

Ya, kamu.

Kamu yang di sana.

Kamu keberatan tidak bila aku mengajakmu untuk duduk bersamaku?

Hah? Untuk apa, katamu?

Aku bosan.

Aku terkurung di sini lama sekali, di sini sangat sepi. Dan aku tak bisa melakukan apa-apa selain mengamati. Apa? Kau takut aku memakanmu, katamu? Oh, ayolah... di ruang imajinér ini memangnya aku bisa apa, sih? Lagipula di sini aku ingin berbagi denganmu. Berbagi sebuah tontonan yang mungkin akan menyenangkan, atau mungkin membosankan, tergantung bagaimana kamu menilainya.

Kamis, 19 Mei 2016

[PRELIM] 14 - TAL BECKER | SENTIMENTAL

oleh : MirorMirors

--

=Warning! Mature Content=

"Jiwa-jiwa yang sudah terlepaskan dari raganya, mereka tidak akan pernah bisa bermimpi ...."

Prolog

Kaki jenjang berbalut Loubouttin merah menyala berjalan cepat membelah genangan air bekas hujan semalam. Tidak peduli cipratan kecilnya akan mengotori ujung sepatu mewah itu. Si empunya malah mengubah langkahnya jadi berlari. Menciptakan cipratan-cipratan yang semakin besar tatkala ia setengah melompati genangan dan mendarat di genangan yang lainnya.

"Tal!" seru sebuah suara yang sudah tidak asing. Gadis bergaris wajah khas Irlandia itu seketika berhenti berlari. Tubuh ramping berbalut rok floral di atas lutut itu berbalik. 

Rabu, 18 Mei 2016

[PRELIM] 11 - SHADE | ONCE, A REVERIER HAS A PLANET...

S.H.A.D.E
oleh : Rakai Asaju

--

[Cerita S.H.A.D.E dihapus dari blog atas keinginan authornya
karena dalam proses untuk dijadikan novel sendiri]

Senin, 16 Mei 2016

[PRELIM] 04 - DWI PARAMADIWA | GAKUKU

oleh : Vector Aerial
---

Bagian 0.0
Sebuah dimensi putih tak terbatas. Sebuah dimensi di mana sebuah pintu berada. Pintu yang di atas permukaannya terukir beberapa kalimat samar.

Do you desire dreams?
Or do you fear nightmares?
What if your sweetest dreams
are also your very worst nightmares?
And what if you were told to face them?
And you can't look away from them …
You are the Dreamers, the Reveriers,
and we all want to see your Masterpieces
in these little frame of your dreamland


"Tunggu. Apa yang kuinginkan dalam hidup?" tanyaku retoris saat memaknai kalimat-kalimat itu dalam diam.
Aku tahu, aku tidak ingin apa-apa.
Akan tetapi, kenapa tanganku tetap tergerak untuk membuka pintu itu. Memegang dan menggerakan pegangan besi si pintu secara perlahan—menembus realita.
Seekor kambing terdengar mengembik dari kejauhan.
Aku terbangun sebagai seorang Dwi Paramadiwa..