oleh : Luna Love
--
Sebuah hutan tropis di bagian tengah benua
Utereu sedang mengalami perubahan cuaca akibat perpindahan letak bulan terdekat
dari Planet Animalia yang bernama Bliss Lunar. Hujan yang tidak terlalu deras
dan angin dingin yang berhembus menyelimuti kawasan hutan tersebut. Suasananya
yang gelap ditambah dengan cuaca yang tidak mendukung membuat sebagian penghuni
hutan lebih memilih untuk bersembunyi dari basah dan juga beristirahat.
Danau besar yang berada
di tengah hutan terlihat berkilauan hitam kebiruan akibat sinar bulan yang terpantul
di balik awan besar yang berkumpul. Pepohonan seperti sedang sibuk berbisik
akibat tetesan air hujan. Suara makhluk malam pun juga ikut meramaikan.
Di dalam sebuah gubuk
kayu di tepian danau, terlihat dua orang yang sedang duduk di depan perapian.
Sabba Salamander sedang
sibuk memasak makanan untuk makan malam mereka berdua dengan ekor panjangnya
yang bergerak-gerak santai. Terlihat jelas di wajahnya terdapat sepasang
janggut tipis yang berbentuk kipas menyatu dengan leher, sebenarnya itu
merupakan kulit tipis yang merupakan ciri khas dari Ras Salamander. Kulitnya
yang berwarna cokelat gelap membuatnya terlihat sedikit menyeramkan, namun
jangan lihat seseorang dari wajahnya. Karena kita tidak tahu hati sesorang
bagaimana jika belum mengenalnya.
Di dekat perapian juga, seorang
anak kecil bernama Uno Fibri di samping Sang Salamander terlihat sedang asyik berguling-guling.
Tubuhnya yang mungil berkulit pucat dan memiliki mata besar dengan iris
berwarna merah terang yang menggemaskan. Sudah berapa kali mata pria salamander
itu menangkap wajah lucu anak angkatnya itu yang sedang menguap beberapa kali. Mungkin
karena akibat dari cuaca di luar dan udara yang dingin, sehingga situasi
seperti itu sangat pas jika digunakan untuk tidur.
“Uno kalau kamu mengantuk
tidur saja dahulu.” Pria itu mencoba membujuknya agar mau beristirahat.
Tangannya tetap sibuk membalik-balik makanan yang dia panggang.