Tampilkan postingan dengan label Group 10 The Copier. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Group 10 The Copier. Tampilkan semua postingan

Kamis, 04 Agustus 2016

[ROUND 1 - 10J] 38 - DAYTONA FORT | A SPACE ODDITY


oleh : Supernovablaze

--  

EPISODE II : A Space Oddity.

(Warning! Tema Sugestif di awal. Tidak eksplisit, cuma untuk jaga-jaga.)



“Aku rasa ada kesalahan. Aku tidak pernah setuju untuk mengikuti kegiatan ini!”


“Dengan sangat menyesal kukatakan Nona, tidak ada kesalahan. Aku sendiri yang memilih Anda.”


“Aku tidak pernah setuju untuk diubah menjadi tembikar jelek!”


“Maka kusarankan Anda untuk berjuang sangat-sangat keras!”


“.... ”


“Dengar, seperti yang aku katakan tadi, kita sama-sama tak punya pilihan, Nona Fort. Semoga beruntung.”


“Ini tidak bisa diterima! Tunggu! TUAN ZAINURMA!!”

*
*
*

Cahaya buatan dari luar menerangi sebuah kabin metal kecil dan menyinarinya dengan semburat jingga yang hangat.


Di tengah ruangan tersebut terdapat sebuah ranjang dan di atasnya, dua orang sedang bergulat penuh gairah. Dengan hanya dibungkus sehelai selimut, dua sejoli tersebut saling bersilat lidah dan beradu mulut.


Secara harfiah.


Demi mendapatkan udara, Day melepaskan dekapan dan mulutnya dari pria di bawahnya. Keringat mereka telah kering karena pendingin ruangan. Tetapi napas mereka masih memburu karena ‘kegiatan’ yang baru saja selesai.

Senin, 01 Agustus 2016

[ROUND 1 - 10I] 30 - ADOLF CASTLE | ALL IS FAIR IN...

oleh : toomuchidea

--
Adolf mungkin satu-satunya peserta yang menonton video pertarungan para peserta dengan sebuah senyum di wajahnya, sesuatu yang sebelumnya dan saat ini masih ia jarang tunjukkan. Zainurma tidak berbohong. Ia benar bisa belajar dari mereka semua, bertarung begitu hebat dengan konflik mereka. Fisik, batin, mengenai prinsip dan mimpi. Untuk menyelesaikan suatu masalah, cara penyelesaian yang mereka gunakan sungguh berbeda dari apa yang Adolf pikir ia akan lakukan. Begitu membingungkan, begitu menarik.

Ketika ia kembali ke apa yang mereka sebut 'Bingkai Mimpi'pun, roda-roda di otaknya masih berjalan mencoba menebak-nebak apa alasan mereka melakukan ini dan mengatakan itu di saat mereka bertarung. Ia paham dan tidak paham di saat yang sama. Seperti bagaimana seseorang dapat memaafkan seorang penjahat yang begitu mengerikan, atau memutuskan untuk menghindari konflik, atau memanipulasi situasi dan kondisi untuk menguntungkan diri mereka sendiri.

"Aw!" Adolf mengaduh, pikirannya terputus begitu saja. Ia melongok ke bawah, mencari sumber kesakitan yang muncul dengan tiba-tiba. Domba yang diberikan si Kepala Bantal sedang mengigit-gigit kakinya, ia berhenti memandang Adolf dengan kedua mata hitamnya yang besar dan nampak lugu. Adolf mendecakkan lidahnya kesal, menunduk ke bawah dan dengan hati-hati mengangkat domba tersebut dengan kedua tangannya.

[ROUND 1 - 10J] 29 - REVAND ARSEND | WAR


oleh : Newbie Draft

--

PART 1

FRAME OF DREAM

Baru saja terjadi kepanikan besar di benua Adgrarth. Bagaimana tidak dua kerajaan besar di benua hilang secara misterius di telan kegelapan. Banyak yang menduga ini adalah perbuatan dari para penyihir hitam dari ras mayat hidup Orama. Ada juga yang mengganggap itu adalah hukuman dari bangsa Nagra yang misterius.

Sementara itu di dalam bingkai mimpi Revand baru saja kembali kembali dari suatu tempat yang indah tapi menyeramkan.

“Museum Semesta,” katanya.

Revand tidak menyadari sesuatu baru saja terjadi dihadapannya. Dan dia baru menyadarinya saat melihat ke depan.

“Kerajaanku kembali,” katanya senang.

Tapi rasa senang itu tidak berlangsung lama karena dia menyadari sesuatu.

“Bodoh sekali, ini semua hanya ilusi mimpi,” katanya lemah.

Dengan lemah dia berjalan memasuki pintu gerbang kota dan melihat-lihat sekelilingnya. Para penduduk tampaknya sedang membicarakan sesuatu yang serius.

“Aku tidak tahu apa yang sebenarnya terjadi, tiba-tiba saja aku sudah ada disini,”

“Aku juga mengalami hal yang sama,”

“Kira-kira apa yang akan raja kita perbuat ya?”

Percakapan itu membuat Revand tertarik dan ikut bertanya.

“Maaf, memangnya apa yang terjadi?” tanya Revand kepada salah satu penduduk.

“Ah, kau tidak sadar ya? Kau lihat dua kerajaan menjadi sangat dekat dan lihat itu di langit,” katanya sambil menunjuk langit.

Revand menengadah dan mendapati sesuatu yang aneh. Di langit terdapat sebuah ukiran bingkai lukisan yang indah.

“Ukiran itu,” kata Revand sambil mengingat-ingat sesuatu.

Matanya langsung terbelalak saat otaknya berhasil mengingat ukiran tersebut.

“Bingkai lukisan pada museum semesta,” katanya pelan.

Sabtu, 30 Juli 2016

[ROUND 1 - 10J] 20 - SHADE | ONCE, A REVERIER LEARNS TO FAIL

oleh : Rakai Asaju

--
[Cerita S.H.A.D.E dihapus dari blog atas keinginan authornya
karena dalam proses untuk dijadikan novel sendiri]

Jumat, 22 Juli 2016

[ROUND 1 - 10I] 07 - ADRIAN VASILIS | I AM BETWEEN A CONFLICT

oleh : Tanz

--

Chapter 2
I Am Between A Conflict




Detak jantung stabil, peralatan sudah steril.

Kerusakan di bagian itu cukup parah, tapi ada orang baik hati yang—

Apa ini mungkin?

Masih untung dia hanya dapat satu luka serius dari kecelakaan itu.

Tolong, jangan katakan ini padanya.

Memulai transplantasi organ.


***