Tampilkan postingan dengan label Group 4 The Seeker. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Group 4 The Seeker. Tampilkan semua postingan

Kamis, 04 Agustus 2016

[ROUND 1 - 4C] 33 - STALLA | [A]NATOLIA

oleh : J. Fudo



Pada suatu kala di persimpangan dimensi, berdirilah sebuah bangunan maharaksasa yang tak terdefinisi oleh bilangan waktu maupun ruang.


Tiada yang tahu sudah berapa abad ia berdiri, tapi selama itu pula bangunan ini mengumpulkan berlaksa karya seni dari berbagai semesta hingga nyaris tanpa batas.


Entah siapa yang menamai pada mulanya, bangunan ini  dijuluki [Museum Semesta].


Semua seni yang terkoleksi itu dikelola oleh Zainurma sang Kurator dan Mirabelle sang Konservator. Keduanya tunduk oleh sesosok entitas yang berkuasa terhadap museum,


[Sang Kehendak].


Lalu pada suatu kisah, museum bergetar.


Sang Kehendak bangkit, pertanda dimulainya ekspansi museum dan akuisisi karya seni semesta. Semua gerbang menuju milyaran jagat tertutup kecuali satu.


Alam mimpi.


Senin, 01 Agustus 2016

[ROUND 1 - 4E] 21 - GANZO RASHURA | AYAT-AYAT PEPERANGAN

oleh : Ramiza



AYAT 06
ENAM PERKARA TANDA PETAKA

Ayat 6 Potongan 16 dari Kitab Suci Varsakhtisav yakni tentang 'Enam Perkara Tanda Petaka';
Pertama, terbukanya tabir akhirat.
Kedua, dekadensi keimanan.
Ketiga, bercampurnya impian para entitas.
Keempat, dimulainya bencana.
Kelima,  perpecahan yang memicu perang besar.
Keenam, terbongkarnya permainan tuhan.
Ditutupnya kitab dengan sampul kulit berwarna hitam itu lalu ia menghela nafas mencoba untuk menenangkan dirinya, keringat dingin menetes dari kulit emasnya. Ganzo Rashura masih tak percaya apa yang telah terjadi barusan.
Awalnya ia memasuki Fase Koma lalu berhadapan dengan para nabi sebelumnya, setelah bangun ia memasuki sebuah gerbang raksasa dengan 3 makhluk yang sudah menunggunya membimbing ia menuju sebuah museum.
Disana ia dijelaskan mengenai Alam Mimpi, Reveriers serta Mahakarya. Tak hanya dijelaskan, ia bahkan sempat dibuat tak berdaya dengan hadirnya sosok agung yang menghilangkan inspirasinya…
SANG KEHENDAK.

Jumat, 01 Juli 2016

[ROUND 1 - 4C] 01 - IRIS LEMMA | THE WORLD IS NOT ENOUGH

oleh : Sam Riilme

--

[Iris Lemma’s Entries Reading Guide For Dummies]
(If you’re not a dummy then no need to read this – just kidding)

1.       Entri Iris Lemma selalu terdiri dari 4 sub-chapter (babak) plus prolog dan epilog, dengan indikator ‘0%~’ di awal dan ‘~100%’ di akhir. Tiap babak itu sendiri terbagi lagi menjadi beberapa part, tergantung sepanjang apa sebuah babak cerita berjalan. Hal ini mungkin akan membingungkan beberapa pembaca dalam membaca entri, namun karena memudahkan penulis dalam menulis poin-poin ide menjadi sebentuk cerita, jadi siapa peduli?
2.       Di dalam entri akan tersebar banyak sekali kata dengan furigana(phonetic guide), yang mana sebenarnya tidak wajib untuk dibaca karena tulisannya terlalu kecil dan hanya akan membuat sakit mata. Tapi karena kelihatan keren dan penulis senang memasukkan tafsir lain dari suatu kata, jadi kebebasan(suka-suka) penulis lah ya.
3.       Di penghujung entri akan ada semacam segmen tambahan bertajuk [Extra Sequence ~ <Another Dream> : Side x, Part y], yang sifatnya opsional untuk dibaca dan tidak berkaitan langsung dengan entri yang bersangkutan, tapi berhubungan dengan canon Iris Lemma. Kalau pembaca yang budiman tidak begitu peduli dengan dia dan kawan-kawan, skip saja bagian itu.
4.       Terakhir, materi (sok) berat dan (sok) dalam - seolah hendak menguliahi pembaca (dan memang demikian adanya) - akan selalu ada di setiap entri Iris Lemma. Bila kurang berkenan atau tidak suka, tidak perlu memaksakan diri untuk membaca. Anak kecil saja bisa menolak makan sayur karena tidak enak di lidah, apalagi orang dewasa yang punya kebebasan memilih. 
5.       Maaf sudah menghabiskan 250 kata untuk peringatan tidak penting di atas. Akhir kata, selamat membaca.

*****

==Starting_Up_System_[PRAE.SCRIPTUM]==

Ketakutan.

Itulah alat yang paling ampuh untuk mengendalikan semua mahluk yang memiliki rantai pengekang bernama perasaan dalam ketundukan absolut.

Dan saat ini, Iris Lemma telah belajar hal baru. 61 sosok yang disebut reverier(peserta), termasuk dirinya, dikumpulkan di satu tempat bernama [Museum(Pameran) Semesta(Mahakarya)], menyaksikan bagaimana sekelompok mahluk gagal dihukum oleh tangan tak terlihat secara mengerikan. Hampir semua yang hadir di sana seketika itu juga merasakan ketidakberdayaan melawan entitas maha tinggi penguasa tempat ini.

[Sang(The True) Kehendak(Mastermind)].

Mereka semua tahu, saat ini mereka kehilangan inspirasi, dan mungkin di saat yang sama juga kehilangan nyali. Melawan berarti mati. Hanya dengan satu pertunjukan singkat yang efektif, mereka menurut untuk melakukan keinginan dia yang wujudnya bahkan tidak dapat dilihat di depan mata mereka.

Tapi bagi Iris Lemma yang tidak disibukkan dengan impresi pemicu emosi, hal ini membuktikan sesuatu.

Sosok yang ia cari, menjadi tujuannya sejak ia dapat mengingat dunia terpampang di depan matanya. Sosok Tuhan(pencipta). Konsep ini ternyata bukan buah pikiran belaka dan benar adanya. Perjalanannya keluar dari dunianya sendiri, sebagaimana yang diarahkan oleh Mira Slime, sudah berada pada garis yang benar. Iris Lemma meyakini hal ini dengan sepenuh hati, sekalipun ia tidak punya hati.

Sekarang pertanyaannya, bagaimana ia bisa menemui Sang Kehendak ini?

“Ayo, saatnya kalian kembali~. Domba-domba kalian bisa kesepian kalau terlalu lama ditinggal di sana~.”

Suara riang dari sosok mungil dengan payung permen – dalam kepala Iris Lemma telah ditandai dengan nama [Ratu(Kepala) Huban(Bantal)] – kembali terdengar, mengantar para peserta yang telah pasrah dengan nasib mereka diseret ke dalam suatu ajang membingungkan ini kembali pada kenyataan, kenyataan dalam bentuk [Bingkai(Realita) Mimpi(Terbatas)].

*