oleh : Dwi Hendra
--
0 – Prologue
Aula dengan nuansa keemasan dengan karpet merah menghiasi ruangan yang bernama aula semesta. Nano agak takjub dengan ruangan ini. Sebab istana yang biasa ia tempati tidak semegah dan semewah ini. Namun ia tak sendiri. Ada sekitar 60 makhluk berbagai bentuk dan ras seperti manusia, alien, robot bermata satu, bahkan sampai kaleng besar yang ia tak tahu apa kegunaannya atau bahkan ia tak tahu jika dia salah satu seperti dirinya.
Semuanya tertuju pada suatu dinding yang menempelkan lukisan-lukisan aneh. Mereka lalu mengerubungi dinding itu, termasuk Nano. Ia melihat salah satu lukisan seperti dirinya bertarung di kota Odojilak dan membebaskan para warga yang berada di pemukiman kumuh. Ia baru teringat semua itu, namun yang membuat dirinya heran adalah kenapa kejadian yang ia alami bisa berada di lukisan itu.
Nano hanya menatap bingung dan ngeri saat melihat lima orang menjadi pot tanah liat yang buruk. Ia dan semua reverier terpental ketika wanita berbaju perang bernama Mirabelle menebaskan tombaknya di udara.


